Pemkab Bogor Gelar Rapat PSBB dan Antisipasi Libur Panjang

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Senin 26 Oktober 2020 17:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 340 2299813 pemkab-bogor-gelar-rapat-psbb-dan-antisipasi-libur-panjang-UvySV5DUes.jpg Pemkab Bogor gelar rapat perpanjangan PSBB dan antisipasi libur panjang (Foto: Humas Pemkab Bogor)

BOGOR - Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, Jawa Barat menggelar rapat Perpanjangan Perbup PSBB Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan antisipasi penyebaran Covid-19 pada libur dan cuti bersama pada 28 Oktober sampai 1 November 2020.

Dalam rapat perpanjangan tersebut, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan meminta kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor agar proaktif berkomunikasi dengan wilayah Bogor Depok Bekasi (Bodebek).

"PSBB Pra AKB ketiga akan berakhir 27 Oktober 2020 besok, DKI Jakarta sudah memperpanjang PSSB. Kita masih menunggu arahan Gubernur Jawa Barat dan koordinasi dengan Bodebek, Pemkab Bogor siap memperpanjang. Saya minta Satgas agar proaktif mengkomunikasikan dengan wilayah lainnya baik jenis kegiatan yang diperbolehkan ataupun waktu operasionalnya," kata Iwan, Senin (26/10/2020).

Baca Juga:  Keluar Masuk Riau Kini Wajib Membawa Hasil Rapid Test Covid-19

Kemudian, untuk mengantisipasi libur panjang, Iwan menginginkan langkah-langkah strategis dari Satgas Kabupaten Bogor juga Satgas tingkat Kecamatan.

"Persiapkan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19 ditempat yang berpotensi menyebabkan kerumunan massa seperti tempat wisata, pasar, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, transportasi umum. Khusus tempat wisata, berdasarkan pengalaman Disbudpar yang harus diwaspadai khususnya tempat wisata alam, pusat-pusat kuliner dan oleh-oleh," ungkap Iwan.

Baca Juga:  Pekan Kedua KRL Beroperasi Normal, Kondisi Seluruh Stasiun Lancar dan Kondusif

Selain itu, di lokasi-lokasi rawan kerumunan juha perlu dibuat titik pantau monev yang melibatkan Satgas, lintas perangkat daerah dan instansi vertikal untuk pengawasan disiplin masker dan penerapan protokol kesehatan 3M serta disiplin kapasitas tempat.

"Sosialisasi masyarakat yang ingin ke Puncak harus lebih aktif lagi. Masyarakat yang ingin berkunjung ke puncak harus mengikuti peraturan sesuai Perbup yang sudah kita buat, batas kapasitas kunjungan 50 persen masih tetap berlaku, protokol kesehatan 3M akan lebih diperketat dan kita akan adakan rapid test untuk mereka yang akan masuk ke wilayah puncak, kita sudah instruksikan camat khususnya Camat Ciawi, Megamendung dan Cisarua untuk memantau tempat-tempat wisata dan restoran," tutupnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini