Pembunuh Wanita di Hotel Mahkota Ditangkap, Pelaku Selingkuhan Korban

Angga Rosa (Koran Sindo), Koran SI · Selasa 27 Oktober 2020 18:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 512 2300479 pembunuh-wanita-di-hotel-mahkota-ditangkap-pelaku-selingkuhan-korban-nubd9FoWXk.jpg ilustrasi: shutterstock

KUDUS – Tidak butuh waktu lama, polisi berhasil menangkap pembunuh seorang wanita berinisial L (38) di kamar 105 Hotel Mahkota dalam waktu kurang dari tujuh jam setelah kejadian.

Dalam penangkapan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain berupa satu unit motor Yamaha Mio tanpa pelat nomor, telepon seluler dan pakaian pelaku yang digunakan saat melancarkan aksinya.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, antara lain satu unit motor Honda Vario, telepon seluler, pakaian korban, handuk dan sprei.

(Baca juga: Seorang Perempuan Tewas di Hotel Mahkota, Diduga Korban Pembunuhan)

Tersangka berinisial KH alias Lek No (40) warga Desa Loram, Kecamatan Jati, Kudus. Saat ini dia dijebloskan ke ruang tahanan untuk kepentingan penyidikan. Perbuatan tersangka melanggar Pasal 338 KUHP. Tersangka yang ternyata kekasih gelap korban itu, terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma menjelaskan, penangkapan tersangka dilakukan setelah petugas menelusuri lelaki misterius yang ditemui korban di Hotel Mahkota. Setelah mengetahui identitas dan keberadaan tersangka, petugas langsung melakukan penangkapan.

"Pelaku mengaku bahwa dirinya telah mencekik korban hingga meninggal dunia. Sebelumnya, pelaku dan korban bertengkar," kata Kapolres kepada wartawan, Selasa (27/10/2020).

Berdasarkan hasil penyelidikan penyidik, pelaku tega membunuh korban lantaran selingkuhannya tidak mau diajak mengakhiri hubungan gelap mereka.

"Pada Minggu (25/10) pelaku mengajak korban bertemu di hotel. Mereka sempat berhubungan badan. Kemudian pelaku menyampaikan ingin pisah, karena sudah ketahuan oleh istrinya," ujar Kapolres.

"Pengakuan pelaku sepeti itu. Meski demikian, kasus ini akan kami dalami lagi," tandasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini