Kuasa Hukum Habib Bahar Klaim Korban Cabut Laporan, Ini Respons Polisi

Agus Warsudi, Koran SI · Kamis 29 Oktober 2020 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 29 525 2301207 kuasa-hukum-habib-bahar-klaim-korban-cabut-laporan-ini-respons-polisi-TfvRvt1MVo.jpg Habib Bahar bin Smith. (Foto : Okezone/Heru Haryono)

BANDUNG – Kuasa hukum pendiri Majelis Pembela Rasulullah Habib Bahar bin Smith, Aziz Yanuar, mengkaim pelapor atau korban Andriansyah telah mencabut laporan kasus dugaan penganiayaan yang terjadi pada 4 September 2020 di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Menanggapi klaim tersebut, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar, Kombes CH Patoppoi mengatakan, sampai saat ini, penyidik kepolisian, baik Polres Bogor maupun Ditreskrimum Polda Jabar belum pernah menerima surat perdamaian dan pencabutan laporan dari korban atau pelapor.

"Sampai saat ini, penyidik belum pernah menerima surat perdamaian dan pencabutan laporan. Berdasarkan hasil gelar perkara dan surat ketetapan, ya masih tersangka," kata Direktur Ditreskrimum kepada iNews.id melalui pesan singkat, Kamis (29/10/2020).

Sementara itu, Aziz Yanuar mengatakan, antara Andriansyah dan Habib Bahar telah berdamai pada 2019. Bahkan pelapor mencabut laporannya di kantor polisi (Polres Bogor).

"Yang pertama kita sampaikan kepada masyarakat fakta-fakta, sudah ada perdamaian antara para pihak, Habib Bahar dan pelapor (Andriansyah). Sudah ada pencabutan laporan dari pelapor. Kemudian, pelapor tidak pernah mendatangi untuk memenuhi panggilan sebagai pelapor sejak mungkin 2019. Itu tidak pernah datang lagi. Cuman datang sekali aja (ke kantor polisi), kalau saya enggak salah informasi ketika melaporkan. Ärtinya masih tahap penyelidikan," kata Aziz Yanuar kepada iNews.id.

Yang menjadi pertanyaan pihak terlapor Habib Bahar, ujar Aziz, sebelum penetapan tersangka, ada proses penyelidikan. "Di penyidikan, berkas apa yang ditandatangani pelapor. Sedangkan pelapor tidak pernah datang. Di penetapan tersangka, keterangan apa dan tanda tangan siapa dari pelapor itu? (Sebab) pelapor tidak pernah datang," ujar Aziz.

Untuk memperoleh keadilan, Azis menuturkan, pihaknya telah melaporkan kasus penetapan tersangka Habib Bahar bin Smith dalam kasus dugaan penganiayaan ini ke Komisi III DPR RI dengan lingkup tugas di bidang hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.

Sebagaimana diketahui, Ditreskrimum Polda Jawa Barat kembali menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus penganiayaan, Selasa (27/10/2020).

Surat tersebut ditandatangani oleh Patoppoi sendiri. "Hasil gelar perkara, (Bahar) telah ditetapkan tersangka," kata Dirreskrimum Polda Jaabar Kombes Pol CH Patoppoi, Selasa (27/10/2020).

Baca Juga : Habib Bahar Robek Surat Penetapan Tersangka dari Polda Jabar

Gelar perkara kasus penganiayaan itu bermula dari adanya laporan seorang berinisial A di daerah Bogor pada 2018. Menurut Patoppoi, korban yang diduga dianiaya oleh Bahar adalah pelapor itu sendiri.

Dari penetapan tersangka itu, polisi menjerat Habib Bahar bin Smith dengan Pasal 170 dan pasal 315 KUHP tindakan kekerasan terhadap orang atau penganiayaan.

Baca Juga : Polda Jabar Tunggu Izin Ditjen Pas Periksa Habib Bahar Terkait Kasus Penganiayaan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini