2 Anggota Moge Pengeroyok Prajurit TNI di Bukittinggi Ditahan

Puteranegara Batubara, Okezone · Sabtu 31 Oktober 2020 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 340 2301964 2-anggota-moge-pengeroyok-prajurit-tni-di-bukittinggi-ditahan-9WVG1iiKLf.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Polres Bukittinggi, Sumatera Barat, resmi menahan dua anggota klub Motor Gede (Moge) Harley Davidson, yang ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan pengeroyokan dua prajurit TNI.

"Betul sudah dilakukan penahanan sejak tadi pagi pukul 04.00 WIB," kata Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Sabtu (31/10/2020).

Baca juga:

Fakta-Fakta Pengeroyokan 2 Anggota TNI oleh Pengendara Moge di Bukittinggi

Keroyok TNI di Bukittinggi, 2 Anggota Klub Moge Ditetapkan Jadi Tersangka

Gerombolan Pemotor Moge Pengeroyok Prajurit TNI Minta Maaf

2 Prajurit TNI Dikeroyok Gerombolan Pemotor Moge

Dody menjelaskan, kedua tersangka berinsial BS (18) dan MS (49) akan dilakukan penahan hingga nantinya diserahkan kepada pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Kami tetap lakukan proses hukum sampai JPU," ujar Dody.

Sebelumnya, pengeroyokan dilakukan oleh gerombolan pengguna motor gede pada dua orang di Jalan Hamka depan sebuah toko pakaian Simpang Tarok, Tarok Dipo, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat sore 30 Oktober 2020.

Korban ternyata anggota Intel Kodim 0304/Agam. Mereka adalah adalah Serda Mis dan Serda MY yang bertugas di Satuan Intel Kodim 0304/Agam, Sumatera Barat.

Akibat pengeroyokan itu Serda MIS mengalami pecah bibir bagian atas, sementara Serda MY mengalami memar pada kepala belakang. Usai kejadian kedua bintara TNI AD ini langsung dibawa ke RS Tentara untuk mendapatkan pengobatan atas luka yang dialaminya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini