Pemilu Amerika: Antrean Panjang Pemilih hingga Kekhawatiran Terjadi Kerusuhan

Agregasi BBC Indonesia, · Rabu 04 November 2020 05:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 04 18 2303746 pemilu-amerika-antrean-panjang-pemilih-hingga-kekhawatiran-terjadi-kerusuhan-Kb4GRT321Z.jpg Antrean di Hilsboro, Virginia. (Foto: EPA)

WASHINGTON DC - Warga Amerika Serikat ramai menuju tempat pemungutan suara untuk memilih presiden dalam pemilu yang paling memecah-belah rakyatnya dalam puluhan tahun terakhir.

Di sejumlah TPS, warga antre sejak dini hari untuk mencoblos dengan pilihan petahana dari Partai Republik, Donald Trump dan penantangnya Joe Biden dari Partai Demokrat.

TPS dibuat di sejumlah tempat termasuk sekolah-sekolah dan perpustakaan.

Tempat pemungutan suara pertama telah dibuka di Vermont pada pukul 05:00 waktu setempat (17:00 WIB). Tempat-tempat pemungutan suara pertama akan ditutup pada pukul 18:00 waktu wilayah timur setempat (06:00 WIB Rabu 4 November) dan di Alaska TPS akan buka sampai Rabu pagi pukul 06:00 (13:00 WIB).

Hampir 100 juta pemilih telah memberikan suaranya lebih awal, indikasi bahwa pemilu kali ini akan memiliki partisipasi terbanyak dalam satu abad. 

Kedua calon presiden menghabiskan waktu-waktu terakhir kampanye di negara-negara bagian kunci. 

Donald Trump (74) berusaha agar tidak menjadi presiden petahana pertama yang gagal memenangkan periode kedua sejak George HW Bush pada 1992. Setelah maraton berkampanye selama beberapa hari menjelang pemilihan presiden, Trump kembali ke Gedung Putih. 

Sementara Biden ke Scranton, Pennsylvania, rumah masa kecilnya dan juga basis Partai Demokrat di Philadelphia.

Jajak pendapat nasional menunjukkan bahwa Biden unggul namun persaingannya dengan Trump di sejumlah negara bagian penting lebih ketat dan dapat menentukan hasil pemilu ini.

Masyarakat Antisipasi Kerusuhan 

Sejumlah pemilik bisnis di Amerika Serikat menutup jendela-jendela dengan papan dan bersiap kemungkinan terjadinya kerusuhan pasca pemilu. 

Ritel Saks 5th Avenue dan Nordstrom, serta jaringan farmasi CVS termasuk toko-toko yang mengambil tindakan jaga-jaga dengan menutup jendela kaca dengan papan.

Walmart mengatakan pekan lalu mereka untuk sementara menarik senjata dan amunisi dari rak pajangan di ribuan jaringan supermarket itu di Amerika Serikat.

Baca juga: AS Percaya Diri 'Musuh Asing' Tak Mampu Mengacau Keamanan Pilpres 2020

Walmart mengatakan khawatir terjadinya kerusuhan. Sehari kemudian, mereka mencabut keputusan itu.

Polisi di Rodeo Drive, Los Angeles, pertokoan terkenal di Berverly Hills, California, ditutup pada Selasa (03/11).

Harus menang 270 suara dalam "electoral college"

Untuk menjadi presiden terpilih, seorang calon harus memenangkan paling sedikit 270 suara elektoral dalam sistem yang disebut electoral college. 

Setiap negara bagian di AS diberi jatah suara tertentu berdasarkan jumlah penduduk. Secara total ada 538 suara untuk diperebutkan.

Sistem ini memungkinkan seorang calon menang dalam perolehan suara secara nasional, seperti Hillary Clinton pada 2016 - namun kalah dalam pemilu karena kalah dalam electoral college. 

Pemilu pada 3 November ini diselenggarakan di tengah pandemi virus corona.

Amerika Serikat mencatat kasus dan kematan tertinggi di seluruh dunia, dengan jumlah kasus harian mencapai 84.000 pada Senin (02/11).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini