Kerusuhan Pecah di Portland Pasca Pemungutan Suara, Garda Nasional Dikerahkan

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 05 November 2020 12:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 18 2304609 kerusuhan-pecah-di-portland-pasca-pemungutan-suara-garda-nasional-dikerahkan-XDCZp8FPvi.JPG Polisi berjaga di Portland, Oregon selama protes usai pemungutan suara, 3 November 2020. (Foto: Reuters)

PORTLAND – Demonstran berkumpul di Portland, Oregon sementara suara dari penghitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) masih berlanjut. Protes yang berlangsung berubah menjadi kerusuhan setelah demonstran terlihat menghancurkan jendela bisnis lokal dan melakukan perusakan.

Unjuk rasa itu dilaporkan digelar oleh Pacific Northwest Youth Liberation Front, sebuah jaringan kelompok mahasiswa 'anti-fasis' yang menjadi menonjol setelah pembunuhan George Floyd.

BACA JUGA: Pendukung Trump di Detroit Protes Tuntut Penghitungan Suara Dihentikan 

Gubernur Oregon, Kate Brown telah mengerahkan Garda Nasional negara bagian untuk membantu penegakan hukum di Portland setelah protes berubah rusuh. Sebelumnya, protes telah berlangsung pada Selasa (3/11/2020) dengan beberapa demonstran terlihat membakar bendera Amerika.

Portland telah dilanda protes selama berbulan-bulan menentang rasisme dan kebrutalan polisi setelah pembunuhan George Floyd, seorang pria Afrika-Amerika yang tidak bersenjata oleh penegak hukum di Minneapolis pada 25 Mei.

Kota itu menyaksikan lebih dari 100 malam protes berturut-turut dirusak oleh vandalisme, kekacauan, dan bahkan pembunuhan.

BACA JUGA: Tim Kampanye Trump Ambil Upaya Hukum untuk Perkarakan Hasil Pilpres AS 

Pemilihan presiden antara kandidat Demokrat Joe Biden dan presiden petahana Donald Trump masih berselsih tipis dan penghitungan suara masih berlangsung. Menurut penghitungan yang dilansir VOA, Biden sejauh ini telah mendapatkan 254 suara elektoral, sementara Trump memiliki 213 suara elektoral.

Kedua capres berlomba mencapai 270 suara elektoral yang dibutuhkan untuk memenangi Pilpres AS 2020 dan duduk di ruang oval Gedung Putih sebagai Presiden baru AS.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini