Cegah Virus Corona, Korut Sebar Ranjau di Perbatasan China

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 05 November 2020 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 18 2304742 cegah-virus-corona-korut-sebar-ranjau-di-perbatasan-china-kmu5L48E8K.jpg Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. (Foto: KCNA)

SEOUL – Korea Utara dilaporkan telah mengambil tindakan ekstrem untuk mencegah masuknya virus corona ke negara itu, termasuk dengan menyebar ranjau darat di daerah perbatasan dengan China.

Sumber dari Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan mengungkapkan bahwa rezim Kim Jong-un telah mengubur ranjau darat di sepanjang perbatasannya dengan China. Rezim Pyongyang juga dilaporkan dapat menghukum mati para pejabat karena gagal mengendalikan penyakit tersebut.

NIS memperingatkan bahwa Korea Utara mengambil langkah luar biasa di tengah kekhawatiran Covid-19 dapat berdampak buruk pada negara itu karena infrastruktur medis yang buruk.

BACA JUGA: Pasien Covid-19 Korut Ditahan di "Kamp Karantina Rahasia", Banyak Mati Kelaparan

Selama sesi tertutup di Komite Intelijen Majelis Nasional Korea Selatan, Anggota Parlemen Ha Tae-keung dari pihak oposisi Partai Kekuatan Rakyat memperingatkan ada "sesuatu seperti trauma virus corona di Korea Utara".

"Karena tidak ada sarana fisik atau teknis untuk menangani virus corona, ada sesuatu seperti trauma virus corona di Korea Utara," kata Ha mengutip NIS sebagaimana dilansir The Sun.

"Korea Utara telah memblokir perbatasannya dan mengubur ranjau darat di beberapa bagian perbatasan dengan China," tambah Ha.

Menurut informasi NIS, undang-undang darurat Korea Utara menetapkan pejabat yang gagal mengendalikan penyakit tersebut dapat dijatuhi hukuman mati.

“Ada kasus pasien kritis diangkut dengan gerbong kereta api karena ada risiko penularan jika diangkut dengan kereta api,” jelasnya.

BACA JUGA: Intelijen Korsel Sebut Korea Utara Dilanda Panic Buying Akibat Covid-19

NIS juga melaporkan Korut tidak menerima pasokan apa pun dari luar, termasuk dari Korsel, karena kekhawatiran akan virus corona.

“Pejabat yang membawa barang melalui kantor bea cukai pada Agustus dihukum dalam skala besar,” kata Ha.

Menurut laporan NIS, sebuah dokumen dari pertemuan Partai Pekerja Korea Utara yang berkuasa pada 27 Februari memperingatkan bahwa hingga 500.000 orang dapat meninggal jika virus corona menyebar di negara itu.

Kim Jong-un mengklaim tidak ada kasus Covid-19 di Korea Utara, meskipun tetangga Korea Selatan melaporkan sekitar 27.000 infeksi dan 474 kematian dan China mencapai 91.000 kasus dan lebih dari 4.700 kematian.

Para analis mengatakan sangat tidak mungkin negara berpenduduk hampir 26 juta orang itu tidak mengalami kasus virus corona sama sekali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini