Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ikut Berduka, Menag Fachrul Razi Kecam Serangan Teroris di Wina

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 05 November 2020 |11:51 WIB
Ikut Berduka, Menag Fachrul Razi Kecam Serangan Teroris di Wina
Menag Fachrul Razi. Foto: Kemenag
A
A
A

JAKARTA - Serangan teroris bersenjata di pusat Kota Wina, Austria, dan di Kabul, Afganistan, membuat sejumlah warga tewas pada 2 November 2020. Peristiwa tersebut menyedot perhatian sejumlah pihak, salah satunya Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi.

Ia menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa pada serangan terorisme itu. “Saya menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban meninggal dan luka di Wina dan Kabul. Tindakan terorisme seperti ini harus dikecam dan tidak bisa dibenarkan atas alasan apapun,” ujar Fachrul di Jakarta pada Kamis (5/11/2020) sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenag.

Menurutnya terorisme adalah persoalan serius bagi kedamaian dunia. Gerakan ini kerap menghalalkan segala cara dalam melakukan tindak kekerasan, termasuk dengan justifikasi agama.

“Ini tidak bisa dibenarkan. Sebab, setiap agama justru menekankan akhlak mulia dalam setiap tindakan, karena tujuan yang mulia harus dicapai dengan cara yang mulia pula. Penggunaan kekerasan tidak dibenarkan dalam pandangan logika dan agama mana pun,” tegas Menag.

“Gerakan terorisme juga bisa merongrong sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” lanjutnya.

Baca Juga: Korban Tewas Serangan Teroris di Wina Bertambah, Polisi Tangkap Beberapa Tersangka

Menag menegaskan bahwa setiap gerakan terorisme tidak boleh ada dan berkembang di Indonesia. Kelompok Islamic State atau IS misalnya, sudah dilarang keberadaannya di negeri ini.

“Presiden sudah tegas mengatakan bahwa gerakan ini dilarang, tidak boleh berkembang di Indonesia. Karenanya, saya juga mendukung sikap Kemenlu yang mengecam terorisme di Afganistan,” ujarnya.

Di Indonesia, pemerintah bersama para tokoh agama terus berupaya melakukan penguatan moderasi beragama sebagai upaya membentengi masyarakat dari penetrasi gerakan terorisme dan ekstemisme. Bahkan, moderasi beragama sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Ma’ruf Amin sangat serius dalam program ini. Kita akan terus berupaya melakukan penguatan moderasi beragama, tentu bekerjasama dengan semua pihak, tokoh agama, pimpinan ormas, majelis dan lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, dan lainnya,” tandasnya.

Baca Juga: 14 Orang Ditangkap Terkait Serangan Teroris di Wina

 

(Abu Sahma Pane)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement