Trump: Ada Banyak Bukti Kecurangan dalam Pilpres AS

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 06 November 2020 08:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 18 2305072 trump-ada-banyak-bukti-kecurangan-dalam-pilpres-as-lpGAb27xjm.jpg Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Reuters)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji untuk mengajukan gugatan hukum atas tuduhan penipuan pemilih di semua negara bagian yang baru-baru ini memenangkan saingannya calon Presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden. Trump mengatakan ada banyak bukti dari kecurangan yang dilakukan kubu Demokrat dan Biden.

“Ada banyak bukti, lihat saja media,” kata Trump dalam cuitan di Twitter, Kamis (5/11/2020). "Kita akan menang! Amerika yang Pertama! "

BACA JUGA: Penghitungan Surat Suara di Pilpres AS Belum Selesai

Trump mengatakan tuduhan itu akan melibatkan penipuan pemilih dan penipuan yang dilakukan oleh pejabat pemilihan negara bagian.

Twitter segera menandai cuitan Trump sebagai cuitan yang berpotensi menyesatkan. Beberapa cuitan Trump lainnya tentang Pilpres AS dan tuduhan kecurangan juga ditandai dengan alasan yang serupa.

Pernyataan Trump muncul setelah media menyatakan Biden sebagai pemenang di Wisconsin, Michigan, dan Arizona. Kumpulan surat suara yang terlambat masuk, termasuk suara yang lewat pos, sangat menguntungkan Biden dan menghapus keunggulan besar Trump pada malam pemilihan di Wisconsin dan Michigan.

Kampanye Trump telah mengecam outlet media karena mengumumkan Biden sebagai pemenang di Arizona dengan ratusan ribu surat suara yang belum dihitung.

BACA JUGA: Media Sosial Ambil Langkah Baru Batasi Pidato Pilpres AS

Beberapa media tampaknya dengan cepat menyatakan kemenangan untuk Biden dan enggan mengumumkan Trump sebagai pemenang di negara bagian seperti Florida dan Texas pada malam pemilihan.

Bahkan Alaska, tempat Trump memimpin Biden dengan 29 poin persentase dengan hasil yang dilaporkan untuk setengah dari semua wilayah, masih belum dinyatakan sebagai kemenangan untuk Trump.

Saat ini Biden masih unggul dengan 253 suara elektoral berbanding 214 yang dimiliki Trump, menurut penghitungan VOA. Enam negara bagian masih meneruskan penghitungan, termasuk negara bagian penting Pennsylvania, Georgia, dan Arizona.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini