MAGELANG – Pengungsian bagi warga di Kabupaten Magelang Jawa Tengah, sebagai antisipasi meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Merapi menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Terdapat bilik-bilik dari papan triplek.
Lokasi pengungsian itu terdapat di gedung pertemuan Desa Deyangan dan Desa Banyurojo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang. Dua tempat pengungsian itu, merupakan ruangan luas yang disekat-sekat menggunakan triplek setinggi sekitar 1,5 meter dan lebar 2 meter persegi.
Masing-masing sekat, hanya bisa digunakan oleh pengungsi yang terdiri dari satu keluarga. Dengan masuk ke dalam bilik tersebut, bertujuan mencegah kontak fisik dengan pengungsi dari keluarga-keluarga lain.
Terdapat ratusan warga yang sudah mengungsi. Mereka berasal dari Desa Deyangan yang lokasinya dekat dengan puncak Merapi, seperti Dusun Trono Desa Krinjing, Pugeran, dan Trayem. Sementara pengungsi di Desa Banyurojo adalah warga Dusun Babadan, Paten Kecamatan Dukun.
Mulai hari ini Jumat (6/11/2020), mereka sudah meninggalkan desanya untuk mengungsi di tempat pengungsian tersebut. Mereka akan mengungsi sampai kondisi Gunung Merapi dinyatakan aman kembali.
"Ini bagus ya, jadi antar keluarga bisa dibatasi. Dengan cara itu, meskipun Merapi aktif dan mereka mengungsi, tapi di posisi pengungsian mereka aman karena protokol kesehatan terjaga,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat mengunjungi pengungsi.