Cegah Covid-19, Pengungsi Gunung Merapi Masuk Bilik Triplek

Taufik Budi, Okezone · Jum'at 06 November 2020 22:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 512 2305562 cegah-covid-19-pengungsi-gunung-merapi-masuk-bilik-triplek-igteMizWmd.jpg Bilik pengungsi Merapi diberi sekat (Foto: Humas Pemprov Jateng)

MAGELANG – Pengungsian bagi warga di Kabupaten Magelang Jawa Tengah, sebagai antisipasi meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Merapi menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Terdapat bilik-bilik dari papan triplek.

Lokasi pengungsian itu terdapat di gedung pertemuan Desa Deyangan dan Desa Banyurojo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang. Dua tempat pengungsian itu, merupakan ruangan luas yang disekat-sekat menggunakan triplek setinggi sekitar 1,5 meter dan lebar 2 meter persegi.

Masing-masing sekat, hanya bisa digunakan oleh pengungsi yang terdiri dari satu keluarga. Dengan masuk ke dalam bilik tersebut, bertujuan mencegah kontak fisik dengan pengungsi dari keluarga-keluarga lain.

Terdapat ratusan warga yang sudah mengungsi. Mereka berasal dari Desa Deyangan yang lokasinya dekat dengan puncak Merapi, seperti Dusun Trono Desa Krinjing, Pugeran, dan Trayem. Sementara pengungsi di Desa Banyurojo adalah warga Dusun Babadan, Paten Kecamatan Dukun.

Mulai hari ini Jumat (6/11/2020), mereka sudah meninggalkan desanya untuk mengungsi di tempat pengungsian tersebut. Mereka akan mengungsi sampai kondisi Gunung Merapi dinyatakan aman kembali.

"Ini bagus ya, jadi antar keluarga bisa dibatasi. Dengan cara itu, meskipun Merapi aktif dan mereka mengungsi, tapi di posisi pengungsian mereka aman karena protokol kesehatan terjaga,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat mengunjungi pengungsi.

“Tadi ketika mereka masuk, semuanya juga dirapid," tambah Ganjar.

Penerapan protokol kesehatan di tempat pengungsian sangat penting. Apalagi, banyak pengungsi yang masuk dalam kelompok rentan, karena sudah lanjut usia dan anak-anak.

"Banyak di antara mereka para pengungsi ini yang masuk golongan rentan, maka cara ini yang paling bagus dan semoga menginspirasi daerah lainnya," tegasnya.

Kepada daerah lain yang masuk zona rawan bencana, termasuk erupsi Merapi, Ganjar meminta untuk segera menyiapkan tempat pengungsian seperti di Magelang ini. Jika tidak bisa, maka pembatasan bisa dilakukan dengan cara diberi garis atau batas menggunakan kardus.

"Kalau bisa seperti ini, sangat bagus sekali, tapi kalau tidak ya bisa pakai kardus atau digambar. Makanya, saya tadi ke sini, karena ini the best dan sampai sekarang belum ada yang buat seperti ini. Maka kalau ini dijadikan contoh, ini keren dan bisa mengantisipasi di saat pandemi," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini