JAKARTA - Selama 40 hari penyelenggaraan Tahapan Kampanye Pilkada 2020, penggunaaan metode kampanye secara virtual atau daring semakin sepi peminat. Banyak peserta Pilkada memilih untuk menggelar kampanye tatap muka secara langsung.
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Mochammad Afifuddin menyebut fakta yang terjadi di lapangan dalam kurun waktu tersebut, jumlah peminat kampanye daring berbanding terbalik dengan jumlah kampanye secara langsung.
"Jika pada periode 10 hari ketiga kampanye jumlah kampanye daring ada sebanyak 80 kegiatan, jumlahnya menurun menjadi hanya 56 kegiatan pada periode 10 hari kampanye keempat," kata Afif dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/11/2020).
Baca juga:
40 Hari Kampanye Pilkada, Bawaslu Temukan 397 Pelanggaran Prokes