Solo Tak Miliki Lahan Pertanian, Gibran Siapkan Kejutan Jika Terpilih

Bramantyo, Okezone · Sabtu 07 November 2020 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 07 512 2305932 solo-tak-miliki-lahan-pertanian-gibran-siapkan-kejutan-jika-terpilih-AKCokKMk4h.jpg Gibran Rakabuming Raka (Foto: Okezone)

SOLO - Calon Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka menyadari lahan pertanian di Kota Solo sangat minim. Bisa dikatakan tak ada dibandingkan dengan Kabupaten tetangga lainnya yang memiliki lahan pertanian luas.

Meski Solo sangat minim memiliki lahan pertanian, usai bertemu dengan Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI), Gibran akan memberikan sebuah kejutan dibidang pertanian bila dirinya terpilih menjadi Walikota

"Tunggu saja akan ada kejutan. Tadi saya sudah bicara banyak dengan Bu Maria (Ketua HKTI Solo), tunggu saja ya,"papar Gibran, Sabtu (7/11/2020) petang.

Meski tak menjabarkan lebih rinci, Gibran mengatakan untuk mensiasati minimnya lahan pertanian di Kota Solo, inovasi-inovasi pertanian inikah yang akan dilakukan.

Salah satunya dengan menggunakan sistem Hidroponik pertanian. Dimana, dengan sisyem hidroponik ini bisa salah satu inovasi dibidang pertanian yang akan dilakukannya bila terpilih sebagai Walikota untuk mensiasati minimnya lahan.

"Kita itu lahannya Ndak punya. Perlu inovasi-inovasi (pertanian) kedepannya. Pokoknya ada kejutan, lihat saja nanti. Ya, salah satunya dengan sistem hidroponik,"terangnya.

Sementara itu Ketua HKTI Solo Maria Sri Sumarnj mengakui banyak pertanyaan dari masyarakat tentang adannya HKTI di Kota Solo. Karena Solo bisa dikatakan tak memiliki lahan pertanian.

Cara pemikiran inilah, ungkap Maria yang keliru. Dimana, HKTI selalu dihubungkan dengan pertanian. Padahal cakupan HKTI itu luas.

"Memang (HKTI) itu yang selalu menjadi pertanyaan masyarakat umum. Kok Solo ada HKTI. Padahal Solo tak punya pertanian. Inilah pandangan yang keliru, selalu menghubungkan HKTI dengan pertanian, padi dan tanaman. Padahal cakupan HKTI itu luas,"papar Maria.

Meski tak memiliki lahan pertanian, namun ungkap Maria, Solo memiliki kekuatan dibidang kuliner. Inilah yang akan dimanfaatkan oleh HKTI melalui forum dan program HKTI se Subosukowonosraten.

"Kekuatan Solo itu dibidang kuliner. Melalui forum, kita akan memanfaatkan program-prigtam subosukowonosraten. Kita kelola menjadi satu bahan kuliner karena unggulan kita itu kuliner,"ujarnya.

"Nanti hasil panen dari lingkungan (forum Subosukowonosraten) secara bertahap selain untuk kuliner juga disalurkan ke pasar yang ada di Solo. Baik pasar Legi maupun pasar Gede," pungkasnya. (kha)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini