Joe Biden Terpilih Jadi Presiden AS, Trump : Pemilihan Masih Belum Selesai

Agregasi Sindonews.com, · Minggu 08 November 2020 06:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 08 18 2306019 joe-biden-terpilih-jadi-presiden-as-trump-pemilihan-masih-belum-selesai-Z74TqV4snS.jpg Donald Trump. (Foto : Reuters)

WASHINGTON – Calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, menolak mengakui keunggulan rivalnya, Joe Biden, yang sudah melewati 270 suara elektoral pada Pilpres Amerika Serikat (AS) 2020. Trump menolak untuk menyerah dan berjanji untuk terus berjuang. Suara Trump sendiri tetap berada di angka 214 elctoral votes.

“Fakta sederhananya, pemilihan ini masih jauh dari selesai. Joe Biden belum disertifikasi sebagai pemenang di negara bagian mana pun. Apalagi, negara bagian yang sangat diperebutkan menuju penghitungan ulang wajib, atau negara bagian di mana kampanye kami memiliki tantangan hukum yang valid dan sah yang dapat menentukan pemenang akhir," kata Trump, seperti dikutip dari Fox News, Sabtu (7/11).

Menurut Trump, pertarungan masih panjang. "Mulai Senin, kampanye kami akan mulai menuntut kasus kami di pengadilan untuk memastikan undang-undang pemilu ditegakkan sepenuhnya dan pemenang yang sah sudah duduk," tuturnya.

Sebelumnya, Biden telah menyatakan keyakinannya bisa meraup 300 electoral votes. Biden mengaku berada di jalur untuk memenangkan lebih dari 300 suara electoral dan menunjukkan lebih banyak orang telah memilihnya - lebih dari 74 juta orang - daripada kandidat presiden AS mana pun dalam sejarah.

Menurut Biden, warga Amerika telah memberinya mandat untuk mengatasi pandemi virus corona, ekonomi yang sedang berjuang, perubahan iklim, dan rasisme sistemik.

Baca Juga : Joe Biden Terpilih Jadi Presiden AS, Obama: Kemenangan Bersejarah

Menyikapi kemenangannya ini, Biden mengaku merasa sangat terhormat. "Saya merasa terhormat dan rendah hati atas kepercayaan yang diberikan rakyat Amerika kepada saya dan Wakil Presiden terpilih Harris," kata Biden dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Fox News, Sabtu (7/11).

"Dalam menghadapi rintangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sejumlah besar orang Amerika memberikan suara. Membuktikan sekali lagi, bahwa demokrasi berdetak jauh di jantung Amerika," lanjutnya.

Baca Juga : Ucapan Selamat dari Para Pemimpin Dunia terhadap Presiden Terpilih AS Joe Biden

(erh)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini