Merapi Berstatus Siaga, Sirene Peringatan Dini di Boyolali Disiapkan

Ary Wahyu Wibowo, Koran SI · Senin 09 November 2020 21:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 512 2306903 merapi-berstatus-siaga-sirene-peringatan-dini-di-boyolali-disiapkan-Ybd5DPvLvf.JPG Sirine peringatan dini di Boyolali (Foro: Sindo/Ary)

BOYOLALI - Sirene tanda bahaya di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dalam posisi siaga. Sirene siap dibunyikan jika terjadi erupsi Gunung Merapi.

Kepala Desa Tlogolele Ngadi mengemukakan, sirene peringatan dini masih berfungsi namun belum dibunyikan karena Merapi masih dalam status siaga.

"Sirine peringatan dini kalau statusnya awas," kata Ngadi, Senin (9/11/2020). Meski demikian sirene sudah diuji coba dan menyala.

Terdapat satu sirene di Desa Tlogolele namun suaranya mampu menjangkau wilayah Desa Tlogolele. Sirene dikendalikan dari pos induk yang ada di Balaidesa Tlogolele.

Sirene dioperasikan tim siaga desa (TSD) yang berjaga memantau kondisi merapi. Mengingat Gunung Merapi statusnya telah naik menjadi siaga, maka setiap hari kini ada petugas yang piket jaga.

Jika status Merapi naik menjadi awas dan dan sudah mengkhawatirkan, maka evakuasi warga dilakukan dan sirene dibunyikan sebagai peringatan dini. Saat ini, evakuasi baru sebatas untuk masyarakat yang rentan, seperti lansia, ibu hamil, anak anak, balita dan difabel.

Terpisah, Surat (35) warga Dukuh Stabelan, Tlogolele mengatakan, warga setiap malam kini melakukan ronda memantau kondisi puncak Merapi.

Namun warga setempat tabu mengunakan kentongan sebagai sinyal tanda bahaya, dari kepercayaan turun temurun, membunyikan kentongan saat Merapi bergejolak justru akan mendatangkan mara bahaya yang lebih besar.

"Kalau ada apa apa kami langsung memberitahu saja yang di dalam rumah dan tetangga sekitar," ucap Surat.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini