Cost Operasional Tinggi, Mobil Ambulans Desa Ogah Angkut Pasien Covid-19

Adi Haryanto, Koran SI · Senin 09 November 2020 20:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 525 2306886 cost-operasional-tinggi-mobil-ambulans-desa-ogah-angkut-pasien-covid-19-HfazoEhdbp.jpg Ambulans milik Desa Cilame yang tidak boleh dipakai untuk pasien Covid-19 (foto: Sindo/Adi)

BANDUNG BARAT - Tingginya cost operasional yang harus disiapkan pada saat, dan pasca-mengantar pasien Covid-19, membuat pihak desa enggan memperbolehkan mobil ambulans milik desa dipakai untuk mengantar pasien Covid-19.

Apalagi pihak desa harus menanggung semua beban biaya tersebut, termasuk untuk sterilisasi kendaraan setelah dipakai. Tidak hanya itu, sopir ambulans juga diharuskan menjalani rapid test, dan seluruh ruangan kantor desa juga disemprot disinfektan.

"Biayanya terlalu besar kalau dipakai antar pasien Covid-19. Sopir saja Rp500 ribu, belum rentetan lainnya. Seperti baju hazmat dan biaya rapid test sopir, pembersihan kendaraan, hingga kantor desa juga ikut-ikutan disterilisasi karena khawatir," terang Kepala Desa Cilame, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Aas Mochammad Asor, Senin (9/11/2020).

Baca juga:

3 Wilayah di Jabar Kembali Berstatus Zona Merah Covid-19   

1.196 Warga Pesantren di Jabar Positif Covid-19   

Aas mencontohkan, pada saat membawa seorang warganya yang positif Covid-19 ke RSUD Cikalongwetan, sekali jalan pihaknya harus menyiapkan anggaran untuk sopir. Padahal anggaran untuk itu posnya tidak ada, hanya bentuk penghargaan yang diberikan atas dedikasi sopir yang berani mengantar pasien Covid-19.

Dirinya menyarankan lebih baik membawa pasien Covid-19 dengan menggunakan ambulans milik puskesmas, atau pun milik Dinas Kesehatan KBB. Selain SOP dan peruntukkannya untuk itu, penanganannya juga jadi lebih aman. Serta tidak mengganggu mobilitas ambulans desa yang terkadang dipakai untuk mengantar orang sakit, ibu hamil, dll.

"Kalau pakai ambulans puskesmas atau Dinas Kesehatan lebih aman. Tapi kalau ambulans desa yang dipakai kan harus dibersihkan, gimana kalau ada kebutuhan mendesak mengantar yang sakit, ibu hamil, kan kasihan kalau harus nunggu," tuturnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini