Dicampur Bahan Kimia, Madu Palsu Banten Berbahaya Dikonsumsi

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Selasa 10 November 2020 21:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 340 2307546 dicampur-bahan-kimia-madu-palsu-banten-berbahaya-dikonsumsi-rOrJ4pjMrI.jpg Kanit Indag Subdit 1 Polda Banten, AKP Andika Urrasyidin saat olah TKP madu palsu di Kembangan (foto: Sindonews/Yusuf)

JAKARTA - Kepolisian Daerah Banten menggerebek pembuat madu palsu di wilayah Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, pada Rabu 4 November 2020. Polisi kemudian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sepekan setelahnya, Selasa (10/11/2020).

Usai olah TKP, pelaku yang diketahui berinisial MS (47), diketahui merupakan pedagang mie ayam. Tanpa keahlian pasti, madu buatan MS berbahaya dikonsumsi.

Diketahui, saat olah TKP MS secara asal mencampurkan bahan-bahan yang berbahaya jika dikonsumsi. Terlebih bahan yang di campurkan berdasarkan selera, artinya tak ada hitungan matematika di dalamnya.

Baca juga: Olah TKP Madu Palsu di Joglo, Polisi Temukan Bukti Baru

Kasubdit Indag 1 Kriminal Khusus Polda Banten, AKBP Doffie Pahlevi menjelaskan, bahwa pelaku mencampurkan fruktosa dan molases agar menyerupai madu. Bahan ini akan membuat madu palsu MS akan terlihat kental dan manis.

"Kentalnya sudah cukupkah. Itu semua mengira-ngira," jelas Doffie ketika ditemui di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (10/11/2020).

 AKP Andika

Sejumlah bukti baru ditemukan saat Subdit Indak Ditreskrimsus Polda Banten olah TKP industri madu palsu di salah satu rumah di Joglo, Kembangan, Jakarta Barat.

Ketika mengecek kandungan madu palsu tersebut, Doffie menjelaskan, bahwa tidak ditemukan kandungan enzim madu sama sekali. Hal itu terungkap setelah uji lab dilakukan sebelum penelusuran dilakukan.

"Ternyata hasilnya 0 enzim madu, tidak ada ditemukan enzim madu sama sekali," tambahnya.

Doffie melanjutkan, terbongkarnya kasus ini bermula saat pihaknya menyelidiki sejumlah warga alami gejala muntah setelah mengkonsumsi madu. Usut punya usut madu merupakan palsu milik AS (24), yang merupakan warga lebak.

Melalui undercover buy layaknya penangkapan narkoba, Kanit Indag Subdit 1 Polda Banten, AKP Andika Urrasyidin menelusuri hingga membawanya kembali ke Kembangan, Jakarta Barat.

Disitu ia menemukan pabrik yang dikelola MS dan karyawannya TM (35). Pabrik ini memproduksi madu dengan jumlah banyak.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini