Lindy Backues, yang bekerja di Indonesia selama periode 1989-2007, mengamati bahwa tantangan ini juga pernah dialami Indonesia.
"Itu tantangannya mirip sama waktu Pak Harto turun di mana Golkar dan lainnya harus ditenteramkan, harus dipuaskan. Ini sama dengan di sini. Tergantung situasi dan konteksnya. Dan selama ini terjadi maka Donald Trump dan anteknya akan anti, akan melawan."
Untuk tahap ini, masyarakat di AS pada umumnya belum merasakan ketenteraman, antara lain karena pendukung Presiden Trump marah atas kekalahan Trump dan berharap apa yang diklaim sebagai kecurangan pemilu dapat membalikkan keadaan.

"Situasinya masih sangat rumit dan belum pasti apa yang akan terjadi. Pemerintahan Trump masih berusaha membuat gangguan. Saya kira kebanyakan orang Amerika senang dengan hasil pemilu, tetapi banyak juga yang tidak senang sama sekali dan siapa tahu apa yang akan terjadi dengan mereka." Itulah pengamatan Patricia Henry, pensiunan guru besar dari Northern Illinois University yang fasih berbahasa Indonesia.
Tantangan ekonomi dan pandemi Covid-19
Sejauh ini masih terjadi kebuntuan di Senat terkait dengan penggelontoran dana untuk menopang ekonomi akibat pandemi Covid-19. Kubu Republik menolak jumlah dana yang diajukan Demokrat, meskipun Presiden Trump sendiri telah membujuk Republikan untuk berkompromi.
Padahal talangan dana pemerintah federal dirasa amat diperlukan untuk menggelindingkan roda perekonomian.