Jaksa Kembalikan Berkas Tersangka Pengendara Moge yang Menganiaya Prajurit TNI

Wahyu Sikumbang, iNews · Rabu 11 November 2020 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 340 2307918 jaksa-kembalikan-berkas-tersangka-pengendara-moge-yang-menganiaya-prajurit-tni-2FmC6S81Lf.jpg Kasie Pidum Kejaksaan Negeri Bukittinggi Budi Sastera/Foto: tangkapan layar (Wahyu Sikumbang-iNews)

BUKITTINGGI - Kejaksaan Negeri Bukittinggi, Sumatera Barat mengembalikan berkas tersangka pengendara motor gede (moge) yang menganiaya prajurit TNI. Pengembalian tersebut karena syarat formil dan materil belum lengkap.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Bukittinggi Budi Sastera mengatakan, polisi harus melengkapi berkas perkara tindak pidana penganiayaan.

Sebelumnya, Penyidik Reskrim Polres Bukittinggi menyerahkan SPDP sebanyak dua berkas perkara yaitu untuk tersangka anak di bawah umur berinisial B serta tersangka Michael Simon dan kawan-kawan.

Kemudian, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menyarankan agar terhadap tersangka ada penambahan dakwaan yaitu Ayat 2, Pasal 170 KUHP.

"Jaksa telah melakukan penelitian berkas Simon dan kawan-kawan. Jadi, pada Senin 9 November dikeluarkan surat pernyataan berkas belum lengkap atau P18 yaitu pengembalian berkas," papar Budi, Rabu (11/11/2020).

Polres Bukittinggi menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan oleh rombongan pengendara moge, Harley Owners Group (HOG) Siliwangi, Bandung terhadap dua prajurut TNI, Serda Mistari dan Serda Muhammad Yusuf.

Kelima pelaku dengan empat tersangka berasal dari Bandung, masing-masing Michael Simon (49), Jhavier Al Havis Daffa (26), Heryanto Sudarmadi (48) dan Teteng Rustandi (33). Satu orang pelaku berstatus anak berinisial BSA, pelajar kelas satu SMA berusia 16 tahun.

Para tersangka ditahan di Rutan Polres Bukittinggi dan dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 170 juncto Pasal 351 juncto Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini