Trimedya menilai, sosok Kapolri saat ini, Idham Azis sebenarnya sudah cukup bagus karena dinilai sudah hampir selesai dengan dirinya sehingga tidak memiliki beban. Namun, dari sisi gebrakan, Idham Azis dinilai kurang menonjol.
"Ya mungkin karena dia hanya menjabat 1 tahun dua bulan saja dan termakan corona. Sebetulnya saya ingin melihat gebrakan-gebrakannya, tapi kan beliau ini Maret sudah corona. Tapi dalam proses promosi, mutasi, demosi, Pak Idham ini relatif clear dan relatif tidak membangun geng, tidak membangun kelompok, nah itu yang bagus, cuma gebrakannya kurang," kata dia.
Menurutnya, sosok Kapolri ke depan bagaimana bisa mengkombinasikan apa yang dilakukan Idham Azis dan Tito Karnavian. "Dua-duanya ada plus minusnya. Nah, Kapolri ke depan harus mengkombinasikan di antara mereka berdua, itu baru paten. Catatannya Pak Tito itu gebrakannya bagus dan berani makanya gua bilang dari Mas Idham kurang gebrakan, tapi Mas Tito terlalu mengedepankan angkatannya, 87," uvapnya.
Trimedya juga memberikan saran agar sosok Kapolri ke depan jangan yang sudah sangat dekat masa pensiunnya, namun juga jangan yang terlalu lama agar terjadi regenerasi.
"Jangan terlalu cepat masa pensiunnya, minimal masih berdinas dua tahun. Jangan setahun pensiun. Jangan juga seperti Mas Tito, terlalu lama jadi mandek regenerasi makanya Gue bilang di tengah-tengah itu. Kalau Mas Tito kan kelamaan. Nah ini Mas Idham kecepetan jadi gebrakannya tidak kelihatan," pungkasnya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.