Share

Protes Pemerintah Korup, Seorang Pria Bakar Diri di Alun-alun Tahrir

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 13 November 2020 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 18 2308947 protes-pemerintah-korup-seorang-pria-bakar-diri-di-alun-alun-tahrir-Fv9sYFyWGE.jpg Foto: Twitter.

KAIRO - Seorang pria Mesir membakar dirinya di Alun-alun Tahrir, Kairo pada Kamis (13/11/2020) sebagai bentuk protes atas korupsi dan kondisi kehidupan yang memburuk di negara Afrika Utara itu.

Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, pria itu mengeluhkan kondisi keuangan dan kehidupannya akibat upayanya untuk mengungkap korupsi pemerintah. Dia mengatakan bahwa upayanya untuk mengungkap korupsi oleh pejabat negara membuatnya dipecat dari pekerjaannya di bank dan menghadapi denda besar di tangan pasukan Keamanan Nasional.

BACA JUGA: Kerusuhan Mesir Makin Memanas, 38 Tewas

Meneriakkan slogan-slogan menentang pemerintah, yang ia tuduh dipimpin oleh "pencuri", pria itu membakar diri sebelum polisi dan orang yang lewat berhasil memadamkan api, demikian diwartakan Middle East Eye.

"Saya tidak perlu menangis. Hidup saya telah hancur. Saya telah dipecat secara tidak adil dari pekerjaan saya dan secara tidak adil dihalangi untuk kembali ke pekerjaan itu. Inilah yang terjadi sekarang," katanya sesaat sebelum membakar dirinya sendiri.

"Ada lingkaran orang korup yang memerintah Mesir, mereka semua korup, mereka semua pencuri ... dewan militer adalah sumber korupsi di negara itu. Mereka mencuri dari negara itu sampai hari ini, sementara rakyat tidak bisa makan.

BACA JUGA: Hasil Referendum Mesir: Masa Jabatan Presiden El-Sisi Diperpanjang hingga 2030

"Para majikan sedang membalas dendam dari para budak yang memberontak terhadap mereka (dalam pemberontakan 2011). Di sinilah kita sekarang. Semakin Anda diam, semakin buruk jadinya," teriak pria itu.

Alun-alun Tahrir adalah alun-alun di jantung kota Kairo dan menjadi tempat protes revolusioner pada 2011 yang menggulingkan rezim Hosni Mubarak.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Banyak dari mereka yang menjadi terkenal dalam pemberontakan tersebut telah dipenjara atau telah meninggalkan Mesir di tengah penindasan terhadap masyarakat sipil dan dikekangnya kebebasan berbicara di bawah Presiden Abdel Fattah el-Sisi.

Dalam tujuh tahun sejak Sisi mengambil alih kekuasaan dalam kudeta militer, sekira 60.000 tahanan politik mendekam di penjara.

Ekonomi Mesir juga memburuk dengan laporan Bank Dunia pada 2019 mengatakan 60 persen orang Mesir dalam kondisi "miskin atau rentan".

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini