RIYADH – Kelompok militan Negara Islam (IS), dahulu ISIS, mengklaim bertanggung jawab atas serangan granat di sebuah pemakaman non-Muslim di Jeddah, Arab Saudi pekan ini. IS mengklaim serangan yang melukai empat orang itu merupakan pembalasan atas penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad.
Serangan tersebut terjadi selama upacara peringatan Perang Dunia I yang diorganisir oleh Kedutaan Besar Prancis di Arab Saudi pada Rabu (11/11/2020). Diplomat dari beberapa kedutaan asing di Arab Saudi, termasuk Kedutaan Inggris dan Yunani hadir dalam acara tersebut.
BACA JUGA: Ledakan Terjadi di Pemakaman Kota Jeddah, 2 Orang Dikabarkan Terluka
Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan melalui saluran resminya di Telegram, ISIS mengatakan "tentara" -nya telah menyembunyikan sebuah bom di lokasi tersebut, yang meledak setelah "konsul negara-negara Perang Salib" berkumpul, demikian dilaporkan The Sun.
Saksi mata mengatakan bahan peledak dilemparkan ke dinding pemakaman selama acara tersebut.