PRINCETON - Presiden terpilih Joe Biden memperkuat keunggulannya pada pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) dengan merebut kemenangan di Negara Bagian Arizona pada Kamis 12 November 2002 malam. Namun, peralihan resmi pemerintahan AS terhadang karena Presiden Donald Trump masih belum mau menerima kekalahan.
Biden, menurut Edison Research, diproyeksikan merebut kemenangan di Arizona, setelah lebih dari seminggu penghitungan suara pilpres sejak 3 November berlangsung.
Biden menjadi calon presiden kedua dari Partai Demokrat dalam tujuh dasawarsa yang merebut kemenangan di Arizona, negara bagian yang biasanya dikuasai Republik.
Baca Juga: Pilpres AS 2020, Joe Biden Perlebar Kemenangan dengan Merebut Arizona
Kemenangan Biden di Arizona memberinya 290 suara Electoral College negara bagian, yang menentukan pemenang pilpres AS.
Biden telah melampau batas minimal 270 suara untuk memenangi pemilihan, dan dengan demikian jalan terbuka baginya untuk dilantik sebagai presiden AS pada 20 Januari.
Sebelas tambahan suara elektoral di Arizona membuat posisi Biden semakin sulit dijangkau oleh Trump.
Gugatan hukum yang dilancarkan kubu Trump telah menemui kegagalan di pengadilan. Sementara itu, para pejabat pemilihan di tingkat negara bagian melaporkan tidak ada penyimpangan yang serius selama pemilihan.
Baca Juga: Nama Serupa Presiden Terpilih AS, Wali Kota Jepang "Jo Baiden" Jadi Viral
Penolakan Trump untuk menerima kekalahan membuat proses transisi ke pemerintahan baru menjadi terhenti.
Administrasi Layanan Umum, lembaga federal yang mengeluarkan dana untuk presiden terpilih, belum mengakui kemenangan Biden.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.