Lebih lanjut, Zaki mengatakan Habib Rizieq datang di waktu yang tepat, yakni di saat kepemimpinan Islam di Indonesia secara umum mengalami kemerosotan. Pada konteks inilah Habib Rizieq dinilai mampu menjembatani aspirasi arus bawah.
"Kesenjangan antara elite-elite Islam dengan aspirasi arus bawah mampu dijembatani HRS. Dengan populisme Islam yang mengusung 'nahi mungkar,' ia berhasil muncul sebagai sosok pemimpin baru," jelasnya.
"Suka tidak suka, dengan kekuatan obyektif HRS, pemerintah pun pada akhirnya harus lebih memperhitungkan dia. Tekanan-tekanan kepada HRS selama ini justru membuat namanya makin berkibar. Oleh pengikutnya ia dipuja-puja sebagai seorang pahlawan yang berani berkorban untuk kepentingan umat," pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.