Cuaca buruk menyapu jalan dan jembatan serta menghancurkan persediaan makanan dan tanaman, tambahnya.
"Tidak ada jeda bagi lebih dari delapan juta orang yang tinggal di Vietnam tengah," kata Nguyen Thi Xuan Thu, Presiden Palang Merah Vietnam, sebagaimana dilansir kantor berita AFP.
"Setiap kali mereka mulai membangun kembali kehidupan dan mata pencaharian mereka, mereka dihantam oleh badai lagi."
Sebelum menerjang Vietnam, Topan Vamco telah menyebabkan kerusakan besar di Filipina, menewaskan setidaknya 67 orang, sementara tim penyelamat masih mencari ribuan orang yang terperangkap akibat banjir yang dibawa topan tersebut.
BACA JUGA: Filipina Diterjang Topan Terkuat 2020, Setidaknya 10 Tewas