Batal Akui Kemenangan Biden, Trump: Saya Menang!

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 16 November 2020 16:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 18 2310464 batal-akui-kemenangan-biden-trump-saya-menang-MpMcdxj6qq.jpg Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Reuters)

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa dia memenangi pemilihan presiden (PIlpres) 2020 dalam sebuah cuitan di Twitter. Cuitan berbunyi: “Saya Menang!” itu diunggah Trump hanya sehari setelah dia mengakui kemenangan saingannya, Joe Biden.

Menyusul klaim terbarunya itu, Trump juga mengunggah serangkaian cuitan, di mana dia mengkritik "Dominion Voting System yang dimiliki Radikal Kiri", dan mengatakan bahwa AS "tidak dapat membiarkan hasil palsu dari pemungutan suara lewat pos untuk disahkan”.

BACA JUGA: Trump Klaim Joe Biden Menang karena Pemilu Dicurangi

Cuitan terbaru Trump itu langsung ditandai dengan label yang bertuliskan "Sumber resmi menyebut hasil pemilihan ini berbeda", oleh Twitter.

Sehari sebelumnya, Trump mengunggah cuitan di Twitter yang mengatakan bahwa Biden menang "karena Pemilu dicurangi". Dalam cuitan itu dia menambahkan bahwa dia "tidak mengakui apa-apa", karena pesaing Demokrat hanya menang "di mata media berita palsu" .

Trump telah berulang kali menuduh perusahaan Dominion Voting Systems bertanggung jawab atas kesalahan perangkat lunak mesin penghitungan suaranya yang "membalik" suara ke Partai Demokrat.

Dia juga menyarankan bahwa "gangguan" dalam mesin pemungutan suara yang dilaporkan di beberapa TPS pada hari pemilihan, adalah bukti dari Demokrat yang mencoba untuk "mencuri" suara darinya. Karena itulah Trump terus mempertanyakan legalitas penghitungan suara di negara bagian penting dan battleground.

BACA JUGA: Massa Pro dan Kontra Trump Baku Hantam, Demo di Washington Rusuh

Penghitungan suara Pilpres AS 3 November diperkirakan akan memakan waktu tambahan tahun ini, karena pandemi virus corona menyebabkan banyaknya surat suara yang dikirim via pos yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut penghitungan Edison Research Center, Biden telah memenangkan 306 suara elektoral, jauh lebih banyak dari batas 270 yang dia dibutuhkan untuk terpilih sebagai presiden AS berikutnya. Dengan beberapa negara bagian yang masih melakukan penghitungan suara, Biden juga memimpin perolehan suara populer dengan selisih 5,5 juta suara atau 3,6 persen.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini