Guguran Material Vulkanik Merapi Terus Meningkat

Suharjono, Koran SI · Jum'at 20 November 2020 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 510 2312944 guguran-material-vulkanik-merapi-terus-meningkat-80h0jnbQ9b.jpg ilustrasi: Foto BPPTKG

YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih belum bisa memprediksi kapan Gunung Merapi yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah ini akan erupsi. Meskipun suara guguran terus terdengar dari Gunung Merapi akibat runtuhnya material vulkanik.

(Baca juga: Gunung Merapi Erupsi, Lontaran Material Vulkanik Sejauh 1 Kilometer)

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menjelaskan, hingga saat ini pihaknya hanya bisa menyatakan. Ada kenaikan aktivitas vulkanik sehingga meningkatkan status dari waspada menjadi siaga. Hal ini dibuktikan dengan terjadinya laju deformasi rata rata 12 cm setiap harinya.

"Gempa guguran meningkat dan suara guguran juga terdengar. Namun sekali lagi kami sampaikan belum bisa diprediksi kapan akan erupsi," ujarnya kepada wartawan Jumat (20/11/2020).

Penjelasan erupsi ini juga disampaikan ketika menerima kunjungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Komisi VII DPR. Dalam kesempatan tersebut Hanik mengatakan belum ada alat yang bisa digunakan untuk menentukan erupsi Gunung Merapi. "Belum ada alat yang bisa mentukan kapan Gunung Merapi akan erupsi," ucap Hanik dihadapan BNPB dan komisi VII.

(Baca juga: BPPTKG: Suara Guguran Terdengar Tiga Kali dari Gunung Merapi)

Dari laporan pengamatan BPPTKG, sejak pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB pada (20/11 /2020), terdengar empat kali suara guguran dari pos pengamatan Babadan Magelang. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 m di atas puncak kawah. " Untuk gempa guguran sebanyak 21 kali dengan amplitudo antara 4-40 mm dan durasi antara 12.4-88.8 detik," bebernya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini