Ada Pidana di Kerumunan Massa Habib Rizieq, Siapa yang Dijadikan Tersangka?

iNews TV, MNC Media · Kamis 26 November 2020 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 525 2316506 ada-pidana-di-kerumunan-massa-habib-rizieq-siapa-yang-dijadikan-tersangka-O9nadBA1Ip.jpg Foto: Okezone

BANDUNG - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar menemukan dugaan tindak pidana dalam kasus kerumunan massa di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Jumat 13 November 2020.

(Baca juga: Polisi Naikkan Status Penyidikan Kasus Kerumunan Habib Rizieq di Megamendung)

Sebelumnya penyidik Polda Jabar telah memeriksa sejumlah saksi terkait ribuan massa Habib Rizieq di Megamendung. Penyidik pun menaikkan kasus ini dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Namun Ditreskrimum Polda Jabar belum menetapkan tersangka dalam kasus kerumunan massa dalam kegiatan peletakan batu pertama Ponpes Alam Agrokultur Markaz yang dihadiri Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab itu.

Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Patoppoi mengatakan, peningkatan status kasus Megamendung dari penyelidikan ke penyidikan ditetapkan setelah penyidik melaksanakan gelar perkara di Mapolda Jabar.

(Baca juga: Fadli Zon Sindir Jenderal Dudung sebagai Pemenang Perang Baliho)

"Dalam gelar perkara diputuskan kegiatan penyelidikan ditingkatkan ke penyidikan," kata Direktur Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Patoppoi, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (26/11/2020).

Penyidik kata dia akan memberi tahu ke kejaksaan mengenai dimulainya penyidikan hingga nanti dilakukan penetapan tersangka. Dalam proses penyelidikan, polisi telah memanggil 15 saksi. Dari 15 orang itu hanya 12 orang yang hadir untuk dimintai keterangan. Dua dari tiga orang yang tidak hadir itu merupakan perwakilan FPI yang merupakan panitia penyelenggara kegiatan di Megamendung, yakni Ustadz Asep Agus Sofyan dan Habib Muchsin Alatas.

Sedangkan satu lagi adalah Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin tidak hadir karena sakit terpapar Covid-19. Pihaknya juga telah menganalisis CCTV dan memeriksa saksi ahli.

"Dua orang tidak hadir tanpa keterangan, satu tidak hadir karena Covid. Kami juga sudah mempelajari Keputusan Bupati AKB di Bogor yang diputuskan oleh Bupati Bogor, dari 28 Oktober sampai 25 November," pungkasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini