Pria Ini Bunuh Istrinya karena Kesal Masih Menjadi Pemandu Lagu

Suryono Sukarno, iNews · Jum'at 27 November 2020 21:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 512 2317660 pria-ini-bunuh-istrinya-karena-kesal-masih-menjadi-pemandu-lagu-R4OhA5KERU.png Foto: Illustrasi Shutterstock

BATANG - Gara-gara cemburu, Dedi Kurniawan warga Desa Kemiri, Kecamatan Subah, Batang, tega menganiaya istrinya hingga tewas. Setelah tewas, pelaku dan kedua temannya yakni DS dan MF membuat rekayasa, seolah-olah istrinya yang bernama Rena Yulianingsih meninggal karena kecelakaan.

"Saya cemburu karena dia (istri) masih menyanyi di karaoke dengan orang lain. Padahal sudah janji berhenti jadi PL (pemandu lagu)," kata Dedi kepada wartawan di Polres Batang, Jumat (27/11/2020).

Sementara itu, Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka mengatakan, peristiwa itu terungkap karena ada kejanggalan laporan kecelakaan dari para tersangka. Terungkapnya kejadian pada Sabtu 21 November 2020, para tersangka datang ke Posek Limpung, dan melaporkan kecelakaan dan korban sudah berada di RSU Limpung, Kabupaten Batang.

 Mayat

Selanjutnya petugas piket jaga Polsek Limpung dan petugas laka Satuan Lantas Polres Batang melakukan pengecekan dan olah TKP serta cek korban laka. Namun, setelah dilakukan pengecekan ternyata petugas curiga dengan keterangan para tersangka.

"Petugas polsek dan laka berkoordinasi dengan Satuan Reskrim Polres Batang tentang laporan dari para tersangka," jelasnya.

Akhirnya Satreskrim Polres Batang berhasil mendapatkan keterangan, bahwa ada penganiayaan pada korban. Kronologi kejadian, sekira pukul 02.00, Dedi menyuruh DS dan MF untuk menjemputnya. Lalu, Dedi dan 2 temannya itu menuju ke kamar kos korban.

"Saat masuk ke dalam kamar, korban sedang bermain handphone, dan tersangka langsung merebut handphone korban setelah melihat semua isi chat," kata Edwin.

Dikarenakan emosi, pelaku mematahkan ponsel korban, kemudian dibuang ke tempat sampah di luar. Lalu, Dedi melakukan penganiayaan berulang kali, hingga empat kali. Tersangka memukul kepala korban menggunakan tangan kanan yang mengepal sebanyak tiga kali di atas springbed.

Masing-masing mengenai pelipis korban sebelah kiri sebanyak sekali dan mengenai kepala korban bagian. Lalu, memukul bagian belakang sebelah kiri sebanyak dua kali. Lalu menginjak korban di bagian tulang rusuk atau iga.

"Serta penganiayaan lainnya hingga korban tewas," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini