KPK Periksa ASN dan Pemborong Terkait Korupsi Jalan di Ogan Ilir

Era Neizma Wedya, iNews · Minggu 29 November 2020 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 29 610 2318191 kpk-periksa-asn-dan-pemborong-terkait-korupsi-jalan-di-ogan-ilir-5gZzsXVYbq.jpg Foto: Okezone

OGAN ILIR - Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK) pemeriksaan kepada 15 ASN dan dan oknum pemborong yang diduga terlibat dalam proyek jalan di Desa SP Pelabuhan Dalam-Inderalaya senilai Rp17miliar dan Desa Tanjung Miring Kecamatan Muarakuang, Ogan Ilir (OI) lebih dari Rp12miliar pada Selasa-Kamis 24-26 November 2020.

Pemeriksaan diduga dilakukan kepada oknum ASN seperti oknum mantan kepala dinas, oknum mantan kabid, oknum kepala dinas,oknum kabid, oknum bendahara mereka adalah MH,AS, JN, FR,FZ, RZ.

Sedikitnya lebih dari 10 orang petugas KPK berada di Mapolres OI, ruangan Pidum/Reskrim Mapolres OI ditutup rapat, hanya yang dipanggil yang bisa masuk ke dalam ruangan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan jika KPK RI menerjunkan personelnya guna melakukan proses penyelidikan dugaan kasus korupsi terkait 2 proyek jalan di Ogan Ilir Sumatera Selatan.

“Ya benar, kita sudah ada permintaan keterangan beberapa pihak terkait kegiatan penyelidikan oleh KPK RI dalam beberapa hari ini. Ya karena masih proses penyelidikan,jadi kami belum bisa menyampaikan lebih lanjut mengenai kegiatan dimaksud. Berapa jumlah orang yang diperiksa, siapa saja ya adalah. Yang jelas bagaimana soal perkembangan kasus ini nanti kami akan menginformasikannya lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris PUPR OI Ruslan membenarkan jika ada oknum ASN yang diperiksa dan dimintai keterangan oleh petugas KPK di Mapolres OI.

“Ya memang benar ada yang diperiksa, sebenarnya saya juga terkejut ya gegerlah. Sebelum mereka (petugas KPK-red) memeriksa oknum ASN untuk dimintai keterangan di Mapolres OI, terlebih dahulu mengirimkan surat pemberitahuan. Namun surat tersebut diterima oleh pak bos (Kadin PUPR JN-red) jadi saya tidak tahu apa isi jelasnya,” ujar Ruslan via sambungan seluler

Disinggung soal berapa jumlah orang yang dimintai keterangan dan isi dari materi pemeriksaan Ruslan mengaku juga tidak mengetahuinya.

“Ya tidak tahu kalau berapa yang dipanggil untuk dimintai keterangan, apa isi pemeriksaan tambah saya tidak tahu,” tegasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini