Militer Ethiopia Klaim Kendalikan Ibu Kota Tigray 'Sepenuhnya'

Agregasi VOA, · Senin 30 November 2020 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 18 2318596 militer-ethiopia-klaim-kendalikan-ibu-kota-tigray-sepenuhnya-yIm3LZfHeQ.jpg Pengungsi Ethiopia yang melarikan diri dari konflik di Tigray, di kamp pengungsian Um Rakuba di perbatasan Sudan-Ethiopia, 29 November 2020. (Foto: Reuters)

ADDIS ABABA - Perdana Menteri dan kepala staf militer Ethiopia pada Sabtu (28/11/2020) sore mengatakan bahwa pasukan federal telah "merebut kontrol penuh" atas ibu kota Wilayah Tigray, Mekelle.

Pihak berwenang sebelumnya mengatakan bahwa pasukan pemerintah berada pada tahap akhir ofensif di wilayah itu dan akan melindungi warga sipil di Mekelle, yang berpenduduk 500 ribu orang.

Belum ada komentar dari pasukan Tigray di wilayah utara itu, yang telah memerangi tentara pemerintah selama tiga pekan terakhir.

BACA JUGA: PM Ethiopia Ultimatum Pemberontak, Menyerah dalam 72 Jam Atau Tak Ada Ampun

"Pemerintah federal kini memegang kendali penuh atas Kota Mekelle," kata Perdana Menteri Abiy Ahmed dalam pernyataan di laman Twitternya. Pernyataan itu disampaikan menyusul pernyataan serupa dari Kepala Staf Angkatan Darat, Birhanu Jula, di laman Facebook militer, sebagaimana dilansir VOA.

Klaim-klaim dari berbagai pihak sulit diverifikasi karena sambungan telepon dan internet di kawasan itu telah putus dan akses dikontrol dengan ketat sejak pertikaian dimulai pada 4 November.

Sebelumnya pada Sabtu (28/11/2020), seorang diplomat yang mengadakan kontak langsung dengan penduduk, dan pemimpin pasukan Tigray mengatakan pasukan federal telah memulai ofensif untuk merebut Mekelle. Pemerintah telah memberikan ultimatum kepada Front Pembebasan Rakyat Tigray (Tigray People's Liberation Front/TPLF) untuk meletakkan senjata sebelum Rabu (25/11/2020) atau menghadapi serangan di kota itu.

BACA JUGA: Ethiopia Umumkan Serangan "Fase Final" ke Wilayah Pemberontak Tigray

Ribuan orang diyakini telah meninggal dunia dan sekitar 43 ribu pengungsi telah lari menyelamatkan diri ke Sudan dalam konflik itu. Wilayah Tigray di utara juga berbatasan dengan negara Eritrea. Abiy menuduh para pemimpin Tigray memulai perang dengan menyerang para tentara federal di sebuah pangkalan di Tigray. TPLF mengatakan serangan itu merupakan sebuah serangan yang direncanakan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini