Klaim-klaim dari berbagai pihak sulit diverifikasi karena sambungan telepon dan internet di kawasan itu telah putus dan akses dikontrol dengan ketat sejak pertikaian dimulai pada 4 November.
Sebelumnya pada Sabtu (28/11/2020), seorang diplomat yang mengadakan kontak langsung dengan penduduk, dan pemimpin pasukan Tigray mengatakan pasukan federal telah memulai ofensif untuk merebut Mekelle. Pemerintah telah memberikan ultimatum kepada Front Pembebasan Rakyat Tigray (Tigray People's Liberation Front/TPLF) untuk meletakkan senjata sebelum Rabu (25/11/2020) atau menghadapi serangan di kota itu.
BACA JUGA: Ethiopia Umumkan Serangan "Fase Final" ke Wilayah Pemberontak Tigray
Ribuan orang diyakini telah meninggal dunia dan sekitar 43 ribu pengungsi telah lari menyelamatkan diri ke Sudan dalam konflik itu. Wilayah Tigray di utara juga berbatasan dengan negara Eritrea. Abiy menuduh para pemimpin Tigray memulai perang dengan menyerang para tentara federal di sebuah pangkalan di Tigray. TPLF mengatakan serangan itu merupakan sebuah serangan yang direncanakan.
(Rahman Asmardika)