Jadi Garda Terdepan Covid-19, Kamala Harris Telepon Perawat Ucapkan Terimakasih

Susi Susanti, Koran SI · Senin 30 November 2020 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 18 2318842 jadi-garda-terdepan-covid-19-kamala-harris-telepon-perawat-ucapkan-terimakasih-eUTmWz4nyT.JPG Foto: People

CHICAGOPara perawat di Chigago tidak akan pernah melupakan Hari Thanksgiving tahun ini setelah menerima telepon dari Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Kamala Harris.

Harris langsung menelepon para perawat di Chicago pada Hari Thanksgiving untuk berterima kasih karena telah bekerja di garis depan Covid-19.

Harris melakukan video call dengan menelepon Talisa Hardin, perawat terdaftar di University of Chicago Medical Center, untuk berterima kasih padanya karena telah membantu memerangi virus corona dan mendengar lebih banyak tentang pengalamannya sebagai perawat.

“Saya telah membaca tentang Anda dan semua yang Anda lakukan untuk melayani begitu banyak orang,” terang Harris kepada perawat Talisa Hardin. Harris pun memposting video ini di akun Instagramnya.

Melalui video yang diposting Direktur Eksekutif National Nurses United (NNU), Bonnie Castillo di Facebook, terlihat Hardin mengangkat teleponnya dan mendengarkan Harris mengungkapkan apresiasinya kepada pekerja garis depan.

(Baca juga: Usai Lantik Kardinal Baru, Paus Fransiskus Cium Tangan Paus Emeritus Benediktus)

“Saya tahu ini pribadi untuk Anda, dan saya tahu hal itu membutuhkan energi mental dan emosional serta fisik dan spiritual dan kekuatan yang Anda berikan padanya, jadi terima kasih,” kata Harris kepada Hardin di video itu.

Menurut Castillo, Harris juga berbicara dengan Hardin tentang rencana dia dan Presiden terpilih Joe Biden untuk menerapkan Undang-Undang Produksi Pertahanan sehingga bisa memberikan Alat Perlindungan Diri (APD) di garis depan Covid-19 karena sangat perlu untuk melindungi diri kita sendiri dan pasien.

Seorang perwakilan NNU mengatakan kepada CNN jika ibu dan paman Hardin sama-sama tertular Covid-19. Saat ini pamannya masih dirawat di rumah sakit.

Selama video call yang berdurasi 15 menit itu, Hardin berbicara lebih banyak tentang waktunya sebagai perawat dan dia berterima kasih kepada Harris karena telah menelepon dan mengucapkan terima kasih.

“Talisa Hardin berbicara tentang bagaimana dia dan perawat lain harus membeli APD mereka sendiri karena rumah sakit tidak menyediakan apa yang mereka butuhkan,” terang NNU kepada CNN melalui pernyataan.

“Dan Talisa Hardin mengatakan bagaimana ini memalukan karena Anda tidak akan mengirim seorang prajurit ke medan perang tanpa perlengkapan,” tambahnya.

Pada Mei lalu, Hardin bersaksi kepada Komite Pengawas Rumah atas nama NNU dan Pusat Medis Universitas Chicago tentang kurangnya perlindungan bagi pekerja medis.

“Persentase pasien yang diselidiki yang pada akhirnya dites positif terkena virus sangat tinggi, tetapi manajemen rumah sakit kami secara konsisten menolak memberikan perlindungan yang kami butuhkan kepada perawat di unit saya untuk menghindari paparan dan infeksi,” ujarnya sat menjadi saksi.

“Ketika saya pulang setiap hari, saya hidup dalam ketakutan tertular virus. Ketika saya pulang, saya harus melepas scrub saya, karena rumah sakit tidak akan memberi kami scrub rumah sakit. Saya meninggalkannya di luar kantong plastik untuk beberapa hari sebelum saya membawanya untuk mencucinya,” ungkapnya.

Tak hanya Harris, suaminya Douglas Emhoff juga bisa secara pribadi dengan beberapa perawat lainnya. Dia menelepon Juan Anchondo, yang bekerja di lantai bedah-medis di El Paso, Texas. Emhoff meyakinkan Anchondo jika dia akan berbagi cerita ini dengan dengan Biden dan Harris. Dia juga menegaskan jika bantuan sedang dalam perjalanan.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini