Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Begini Kesaksian Anak Satu Keluarga yang Diduga Dibantai Teroris MIT

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Senin, 30 November 2020 |01:43 WIB
 Begini Kesaksian Anak Satu Keluarga yang Diduga Dibantai Teroris MIT
Foto: Illustrasi Shutterstock
A
A
A

Rupanya saat itu ibunya pun bisa melarikan diri dari serangan teroris MIT tersebut dengan bagian pundak yang berdarah setelah mendapat tebasan parang.

"Ini mama (punggung) ini darah," kata dia.

Dalam video itu, perempuan itu pun sempat memperaktekkan bagaimana cara ia menggendong anaknya yang hanya dipikul. Dia juga membawa adiknya yang ikut berlari bersama tetangganya saat mengetahui adanya serangan teroris dengan masuk ke hutan.

"Saya punya adik terakhir belum umur satu tahun dia bawa lari sampai ke jembatan hitam. Sudah anakku, adek sudah capek badan ini. Saya punya kaki sampe (sulit) bajalan sudah kamu (jalan saja)," ujarnya.

"Kami ikut air. Datang air terjun itu kami lihat tidak ada jalan. Eh dimana jalan kita, ada ibu ini ikut jalan gunung ini. Ikut itu terus sampe datang air terun dibawa sekali, dan saya punya anak saya kasih turun. Saya kasih selamat," lanjut dia.

Sebelumnya, satu keluarga yang terdiri atas empat orang di Dusun Lepanu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, diduga dibunuh oleh MIT pada Jumat 27 November 2020 sekira pukul 09.00 Wita.

Keempat korban yang dibunuh Kelompok MIT Yasa alias Yata sebagai kepala rumah tangga, Pinu, Nata alias Papa Jana alias Naka dan Pedi.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement