Lelaki Ini Mengaku Mencuri Barang Hingga Rp2 Miliar dari Istana

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 01 Desember 2020 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 18 2319463 lelaki-ini-mengaku-mencuri-barang-hingga-rp2-miliar-dari-istana-z1atFGurYk.jpg Foto: TikTok

INGGRIS - Pelayan Ratu Elizabeth II, Adamo Canto , 37, mengaku mencuri barang senilai 100.000 poundsterling (Rp1,8 miliar) dari Istana Buckingham.

Termasuk dua medali bergengsi dan foto Pangeran William dan Kate Middleton yang ditandatangani.

Canto mengambil medali Companion of the Order of the Bath milik pensiunan Wakil Laksamana Angkatan Laut Sir Anthony Johnstone-Burt, Kepala Rumah Tangga Istana, dan menjualnya di situs lelang eBay seharga 350 poundsterling (Rp6,6 juta).

Dia juga mengambil medali Komandan Royal Victorian Order milik pensiunan perwira Angkatan Darat Inggris Mayor Jenderal Matthew Sykes, yang bertugas di Rumah Tangga Kerajaan dari 2007 hingga 2010.

Barang lain yang dicuri yakni foto bertanda tangan Pangeran William dan Kate Middleton, dan album foto Royal State Banquet selama kunjungan kenegaraan Donald Trump. Barang ini dijualnya seharga 1.500 poundsterling (Rp28 juta) di eBay.

Sekitar 77 barang diambil dari toko istana, sementara yang lain dicuri dari loker staf, ruang linen, kantor tiket Royal Collection, toko Galeri Ratu dan gudang Duke of York.

(Baca juga: Nelayan Thailand Kaya Mendadak, Temukan Muntahan Paus Terbesar Seharga Rp45 Miliar)

Pengadilan Westminster Magistrates mencatat 37 item dijual di eBay dengan harga jauh di bawah harga asli. Dari hasil penjualannya ini, Canto mendapatkan sekitar 7.741 poundsterling (Rp146 juta).

Hakim Distrik Alexander Jacobs mengapresiasi Canto yang tekah membuat pengakuan sejak pertama kali.

“Jelas Anda telah melakukan hal yang benar dengan mengaku bersalah pada kesempatan pertama. Saya berkomitmen ke Pengadilan Mahkota untuk menjatuhkan hukuman karena kekuatan saya tidak cukup untuk menangani hari ini. Saya tidak bisa memberi tahu Anda kapan, tetapi biasanya dalam tiga atau empat minggu,” terangnya.

“Saya memberi Anda jaminan tetapi Anda harus hadir di Southwark Crown Court pada hari Anda diberi tahu, jika tidak, Anda mungkin melakukan pelanggaran terpisah,” terangnya.

Hakim pun membebaskannya dengan jaminan bersyarat dan mengirim kasus tersebut ke Pengadilan Southwark Crown untuk dijatuhi hukuman di kemudian hari. Canto juga diperingatkan dirinya akan menghadapi kemungkinan hukuman penjara.

Diketahui, Canto bekerja sebagai asisten katering Istana selama lima tahun. Dia diberi tugas pembersihan tambahan selama “lockdown” Covid-19. Kesempatan inilah yang membuat dia gelap mata dan melakukan pencurian di ruang loker.

Pengadilan mengatakan tidak semua barang yang dicuri berhasil ditemukan.

“Tampaknya Tuan Canto, yang pada saat itu tinggal di Royal Mews di Istana Buckingham, memiliki berbagai barang yang telah diambil dari dalam Istana Buckingham,” terang jaksa penuntut Simon Maughan.

“Salah satu pengadu telah menemukan medali di eBay yang telah dijual pada 27 Mei. Itu adalah akun bernama AdamoSalvatori123 yang dilacak ke Tuan Canto,” ujarnya.

“Data forensik disediakan oleh eBay. Sejarah penjualannya menunjukkan 37 item yang telah dijual dari Istana Buckingham,” terangnya.

“Ini jauh di bawah nilai toko, 77 item ditemukan dari Toko Istana, 11 item milik Departemen Master,” terangnya.

“Saat itu, Pak Canto bekerja sebagai asisten katering dan memang dia bekerja di Istana Buckingham sejak 2015,” terangnya.

“Tampaknya dia memanfaatkan lockdown kantor selama Covid-19 dan diberi peran pembersihan ekstra, pembersihan mendalam ini memberinya akses ke barang-barang yang biasanya tidak diberikan dalam peran kateringnya,” ujarnya.

“Polisi mendatangi Royal Mews dan menangkapnya. Pencarian dilakukan, dan beberapa barang ditemukan,” tambahnya.

Polisi juga sudah menggeledah alamat orangtuanya di Scarborough. Sementara itu, Kepala Keluarga Ratu, kepala operasi di bawah tangga, Sir Anthony Johnstone-Burt mengatakan dia melihat medali itu hilang pada 11 Juni ketika dia perlu memakainya untuk Trooping of the Color.

“Saya harus meminjam medali dan melaporkannya pada 29 Juni. Alasan saya menunggu adalah karena saya harus memastikan saya tidak salah taruh,” terangnya melalui pernyataan.

“Saya telah diberitahu oleh anggota Keluarga Kerajaan jika barang-barang dari Istana Buckingham sedang dijual di eBay,” katanya.

“Saya menemukan Companion of the Order of the Bath dijual seharga 500 poundsterling (Rp9,5 juta). Namun hanya laku seharga 350 poundsterling (Rp6,6 juta). Saya tahu ini medali saya karena pita itu. Saya telah menjahit kail dan mata tambahan,” ujarnya.

Adapun pensiunan perwira Angkatan Darat Inggris Mayor Jenderal Matthew Sykes, yang bertugas di Rumah Tangga Kerajaan dari 2007 hingga 2010, kehilangan medali Komandan Ordo Victoria Kerajaan.

“Saya diberitahu pada 24 Agustus sejumlah medali telah hilang. Saya memeriksa loker saya dan menemukan medali itu hilang dari loker pribadi saya,” ujarnya. Polisi pun memberitahunya pada pada keesokan harinya.

“Pada 12 Mei, sebuah kotak Royal Victorian Order dijual. Mungkin ini adalah medali yang diambil dari loker saya,” ujarnya.

“Saya mengatakan ada bahaya tambahan. Barang-barang yang dicuri memiliki nilai sentimental berapa pun nilainya,” tambahnya.

Terkait hal ini, Istana Buckingham menolak berkomentar.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini