Taiwan Batasi Kedatangan Pekerja Migran Indonesia Setelah Lonjakan Covid-19

Agregasi VOA, · Selasa 01 Desember 2020 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 18 2319477 taiwan-batasi-kedatangan-pekerja-migran-indonesia-setelah-lonjakan-covid-19-8jeN9RJqwJ.jpg Suasana bandara Songshan, Taipei, Taiwan, 19 November 2020. (Foto: Reuters)

TAIPEI - Taiwan akan membatasi kedatangan jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) mulai pekan ini, menyusul lonjakan infeksi virus corona di kalangan buruh migran yang tiba dari Indonesia, demikian disampaikan pemerintah pada Senin (30/11/2020).

Lebih dari 250.000 pekerja migran di Taiwan berasal dari Indonesia, negara dengan jumlah kasus dan kematian akibat COVID-19 tertinggi di Asia Tenggara.

Upaya pencegahan awal dan efektif yang diberlakukan Taiwan sebenarnya telah berhasil membantu mengendalikan pandemi, sehingga tidak ada transmisi lokal selama lebih dari 200 hari. Namun, Taiwan kewalahan menghadapi jumlah kasus impor yang terus bertambah.

BACA JUGA: Dampak Virus Korona, Pekerja Migran Indonesia Dilarang ke Taiwan dan Hong Kong

Menurut data pemerintah yang dilansir VOA, lebih dari 70 tenaga kerja Indonesia yang datang ke Taiwan untuk bekerja, kebanyakan sebagai pembantu rumah tangga, dinyatakan positif sejak awal bulan ini. Banyak di antara mereka dinyatakan positif ketika sedang menjalani wajib karantina 14 hari.

Pusat Komando Epidemi Pusat Taiwan mengatakan akan menangguhkan kedatangan tenaga kerja Indonesia mulai 4-17 Desember. Dikatakan, mereka akan mempertimbangkan untuk mencabut pembatasan itu mulai 18 Desember, tapi jumlahnya akan dibatasi menjadi separuh dari biasanya. Upaya tambahan akan tergantung pada situasi itu, tambahnya.

BACA JUGA: Wabah Virus Korona, Menaker: Pekerja Migran RI di China dalam Kondisi Sehat

Sebanyak 20 dari 24 kasus baru yang dilaporkan pada Senin berasal dari Indonesia. Total 103 orang sedang menjalani isolasi atau dirawat di rumah sakit di Taiwan karena penyakit itu, menurut data pemerintah.

Mulai bulan depan, Taiwan akan memperketat pemeriksaan terhadap semua orang yang datang, mewajibkan bukti tes negatif dari hampir semua pengunjung, termasuk warga negara Taiwan. Kewajiban ini sebelumnya tidak diharuskan bagi warga Taiwan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini