BATANGHARI - Banjir di Kabupaten Batanghari, Jambi saat ini sudah merendam sebanyak tujuh ribu rumah yang tersebar di tujuh kecamatan. Bahkan kondisi ini diprediksi akan terus bertambah mengingat kondisi air yang terus naik dan curah hujan yang semakin tinggi.
(Baca juga: Jateng Jadi Trending Topik di Jagat Maya, Ada Apa?)
Akibatnya, selain merendam ribuan rumah, banjir juga menyebabkan aktivitas dan ekonomi masyarakat menjadi lumpuh. Msyarakat saat ini menggunakan sampan atau perahu kecil sebagai sarana transportasi jika hendak keluar rumah. Bahkan sebagian masyarakat terpaksa menetap di rumah karena tidak memiliki sampan atau perahu kecil tersebut.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari, Jambi, Makmun, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa saat ini sudah ratusan rumah terendam.
“Data yang sudah masuk di BPBD sebanyak tujuh ribu rumah yang terendam,” pungkas Makmun, Selasa (1/12/2020). Dikatakan Makmun, banjir tidak hanya merendam rumah saja, namun fasilitas umum seperti sekolah, Puskesmas, tempat ibadah dan jalan sudah terendam.
(Baca juga: Anies Positif Covid-19, Istana Yakin Roda Pemerintahan DKI Berjalan Baik)
Dirinya mengimbau agar masyarakat waspada dan tetap hati-hati dalam beraktifitas. “Sebab jika diprediksi, air akan terus naik. Bahkan jumlah rumah yang terendam akan terus bertambah,” kata Makmun.
Kondisi air yang saat ini hingga satu meter lebih menenggelamkan rumah yang tidak bertiang. Warga terpaksa mengungsi ke rumah panggung sambil menunggu bantuan dari pemerintah daerah.
Halimah, salah seorang warga Kecamatan Muaratembesi, Kabupaten Batanghari saat dikonfirmasi mengatakan, kondisi banjir saat ini sudah parah. “Untuk mencari nafkah sudah sulit bahkan tidak bisa lagi,” tukasnya.
Halimah yang mengaku bekerja sebagai buruh potong karet, tidak bisa lagi beraktifitas, sebab kebunnya juga terendam oleh banjir. “Untuk pergi keluar rumah sudah sangat sulit. Sebab harus menggunakan sampan atau perahu kecil,” tambahnya.
(Donatus Nador)