Libya, Suriah, Afghanistan, Irak, dan Republik Afrika Tengah Menjadi Negara Paling Bahaya Dikunjungi pada 2021

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 02 Desember 2020 13:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 18 2320213 libya-suriah-afghanistan-irak-dan-republik-afrika-tengah-menjadi-negara-paling-bahaya-dikunjungi-pada-2021-G83FusXBNp.jpg Foto: International SOS

SINGAPURA - Libya, Suriah, Afghanistan, Irak, dan Republik Afrika Tengah adalah lima tempat paling berbahaya di dunia untuk dikunjungi pada tahun depan.

Data ini didasarkan pada peta interaktif tahunan yang dilakukan International SOS. Ini menunjukkan dimana wisatawan paling mungkin menghadapi risiko keamanan berdasarkan ancaman kekerasan politik, kerusuhan sosial, kekerasan dan kejahatan kecil, serta dampak pandemi Covid-19.

Dikutip Daily Mail, temuan International SOS ini didasarkan pada survei Tren Ketahanan Bisnis terhadap lebih dari 1.400 profesional risiko di 99 negara, yang dilakukan Ipsos Mori.

Dari penelitian ini ditemukan 79 persen pelancong bisnis percaya risiko kesehatan dan keselamatan telah meningkat pada tahun 2020. Angka statistik teredah 47 persen pada 2018, dan tertinggi sebelumnya pada 2016 yakni 72 persen, ketika serangan teror di lokasi yang sebelumnya dianggap aman mungkin sudah terlintas dalam pikiran.

(Baca juga: Pertama dalam Sejarah Selama 33 Tahun, Ratu Elizabeth Rayakan Natal Sendirian)

Daftar ini dibuat oleh spesialis medis dan keamanan internasional International SOS. Daftar ini diharapkan dapat membantu orang membuat keputusan yang tepat mengenai negara-negara yang ingin mereka kunjungi pada 2021.

Di antara tempat-tempat teraman adalah Greenland, Swiss, Slovenia, Norwegia, Finlandia dan Denmark. Lalu negara-negara kepulauan seperti Cape Verde, Anguilla, serta Turks dan Caicos.

Selain membuat peta yang menunjukkan risiko keamanan bagi para pelancong di seluruh dunia, International SOS juga telah membuat peta rincian yang menunjukkan negara-negara dengan gangguan Covid-19 paling banyak dan paling sedikit.

Penilaian tersebut memperhitungkan lingkungan yang mendasari ancaman kesehatan dan keamanan, aktivitas kasus Covid-19 baru-baru ini, pembatasan perjalanan lokal, dan keberhasilan tindakan mitigasi.

Menurut peta tersebut, negara-negara yang mengalami dampak sangat rendah akibat virus corona adalah Selandia Baru, Tanzania, dan Nikaragua.

Sedangkan Georgia adalah satu-satunya tempat yang dinilai mengalami dampak sangat tinggi akibat pandemi. Negara lainnya yang memiliki dampat tinggi akibat corona yakni Rusia, Ukraina, Austria, dan Yordania.

Direktur medis grup di International SOS Dr Neil Nerwich mengatakan pandemi Covid-19 telah menciptakan tripartit krisis, dengan krisis kesehatan masyarakat, geopolitik dan ekonomi yang semuanya berdampak pada tenaga kerja dan bisnis dalam skala global.

“Ini telah diperburuk oleh infodemik di lingkungan dunia yang semakin kompleks,” ujarnya.

Sementara itu, peta ini juga memperlihatkan negara-negara yang kemungkinan mengalami gangguan kesehatan atau penyakit pada tahun depan.

Menurut peta, negara-negara dengan risiko tertinggi mengalami masalah medis termasuk Venezuela, Korea Utara, Libya, Sudan Selatan, dan Yaman.

Adapun negara yang memiliki sedikit masalah medis yakni sebagian besar negara Eropa, Kanada, Amerika Serikat (AS), Selandia Baru, Australia, Korea Selatan (Korsel), dan Jepang.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini