Share

Heboh Ajakan Jihad Lewat Adzan, Pelaku: Kami Mohon Maaf dari Lubuk Hati yang Paling Dalam

Tim Okezone, Okezone · Rabu 02 Desember 2020 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 525 2320034 heboh-ajakan-jihad-lewat-adzan-pelaku-kami-mohon-maaf-dari-lubuk-hati-yang-paling-dalam-avJPHP4ZVk.jpg Tangkapan layar media sosial

MAJALENGKA – Aksi sejumlah pemuda di Majalengka, Jawa Barat yang mengumandangkan adzan sambil menyerukan jihad menjadi viral di media sosial. Video tersebut menjadi kecaman sejumlah pihak. Ketujuhnya telah menyatakan permohonan maaf, baik secara lisan maupun tertulis di atas materai enam ribu. Dan mengakui jika perbuatannya itu telah menimbulkan kegaduhaan di tengah masyarakat.

(Baca juga: Heboh Panggilan Jihad Lewat Adzan, Wamenag: Tidak Relevan jika Seruan Berperang!)

Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengatakan, saat mendapat kabar tersebut, pihaknya langsung mengintruksikan Camat Argapura untuk menyelidiki kebenaran video itu dan segera mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan ini agar tidak meluas.

"Dari laporan Pak Camat Argapura salah satu video viral adzan jihad itu salah satunya warga kami. Tapi alhamdulillah mereka sudah diberikan pengarahaan dan sudah mereka menyadari kesalahaanya. Dan malam tadi secara sadar dan sukarela telah membuat pernyataan permohonan maaf secara tertulis dan lisan melalui visual video,"ujar Karna melalui pesan singkatnya, Rabu (2/12/2020).

(Baca juga: Jaga Rumah Habib Rizieq, Jawara Kampung: Tank Bawa Kesini Kite Hadapin!)

Dalam video permohonan maaf itu, tujuh pelaku yang melakukan adzan hayya alal jihad mengungkapkan permohonan maaf di balai Desa Sadasari Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka. Dalam surat pernyataan itu, mereka menandatangani di atas materai 6 ribu dan disaksikan Plt Desa Sadasari Abdul Miskad serta saksi lainnya.

"Melalui surat pernyataan ini kami tujuh orang memohon maaf kepada semua pihak, atas video yang sempat viral sebelumnya. Permohonan maaf ini kami sampaikan kepada warga Desa Sadasari, pemerintah desa dan seluruh umat Islam di seluruh Tanah Air,"ucap pelaku adzan, Anggi Wahyudin didampingi enam orang rekannya saat membacakan surat pernyataan maaf di video yang beredar tersebut.

Dia mengakui, dalam video yang telah dibuat sebelumnya terdapat isu agama. Namun perlu diketahui dalam pembuatannya itu tidak ada tendensi kepada pihak manapun.

"Kami tidak bermaksud memfitnah, menuduh, menyerang pihak manapun. Jika ada pihak yang merasa risih dan tidak nyaman, kami memohon maaf dari lubuk hati yang paling dalam dan kami mengaku bersalah,"ulasnya.

Pihaknya mengaku telah berbuat khilaf dan berjanji tidak mengulangi hal serupa. "Kami berharap agar semua pihak dan umat Islam secara keselurahan memaafkan kesalahan kami,"tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi, mengaku belum memahami konteks dari pembuatan video tersebut, apakah sebatas membuat konten media sosial atau ada pesan khusus yang ingin disampaikan.

Jika adzan itu dimaksudkan untuk menyampaikan pesan perang, maka kata Zainut, seruan itu sangat tidak relevan disampaikan dalam situasi damai seperti di Indonesia saat ini. “Jika seruan itu dimaksudkan memberi pesan berperang, jelas tidak relevan. Jihad dalam negara damai seperti Indonesia ini tidak bisa diartikan sebagai perang,” ujar Zainut melalui keterangannya, Selasa (1/12).

 Zainut mengajak pimpinan ormas Islam dan para ulama untuk bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat agar tidak terjebak pada penafsiran tekstual tanpa memahami konteks dari ayat Alquran atau hadits. Pemahaman agama yang tekstual dapat melahirkan kekeliruan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini