Dewan Masjid Indonesia Desak Polisi Usut Kasus Seruan Jihad Lewat Adzan

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Rabu 02 Desember 2020 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 525 2320253 dewan-masjid-indonesia-desak-polisi-usut-kasus-seruan-jihad-lewat-adzan-BjAPkZAVxZ.jpg Tangkapan layar media sosial

BANDUNG - Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Barat menuntut pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus seruan jihad lewat adzan yang dilakukan tujuh pemuda di Kabupaten Majalengka.

(Baca juga: Heboh Ajakan Jihad Lewat Adzan, Pelaku: Kami Mohon Maaf dari Lubuk Hati yang Paling Dalam)

Ketua Umum PW DMI Provinsi Jabar, Kiai Ahmad Sidik menegaskan, pihaknya perlu menyampaikan sikap atas beredarnya video adzan yang kalimatnya diubah menjadi hayya alal jihad dan kemudian viral itu.

"Saya pimpinan Dewan Masjid Indonesia Provinsi Jawa Barat menyatakan sikap dengan viralnya video hayya alal jihad," tegas KH Ahmad Sidik dalam video yang diterima MNC Media, Rabu (2/12/2020).

(Baca juga: Rumah Orangtua Mahfud Digeruduk, Perhimpunan Santri: Rizieq Bukan Putra Madura, Kok Dibela?)

Menurutnya, jika kalimat hayya alal jihad disampaikan dalam konteks adzan, maka hukumnya haram. “Jika hayya alal jihad diserukan dalam konteks perang, maka hukumnya haram,” sambungnya.

Namun kata dia, jika hayya alal jihad disampaikan dalam konteks kebaikan, maka hukumnya mubah.

"Untuk itu, saya mohon kepada Kepolisian Daerah Provinsi Jawa Barat untuk mengusut tuntas, agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat," tegasnya.

Aksi sejumlah pemuda di Majalengka, Jawa Barat yang mengumandangkan adzan sambil menyerukan jihad menjadi viral di media sosial. Video tersebut menjadi kecaman sejumlah pihak. Ketujuhnya telah menyatakan permohonan maaf, baik secara lisan maupun tertulis di atas materai enam ribu. Dan mengakui jika perbuatannya itu telah menimbulkan kegaduhaan di tengah masyarakat.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini