Jika Manusia Tidak Berburu, 240 Burung Tidak Bisa Terbang Tidak Akan Punah

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 03 Desember 2020 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 18 2321139 jika-manusia-tidak-berburu-240-burung-tidak-bisa-terbang-tidak-akan-punah-Nwi8yEmPdQ.jpg Foto: Daily Mail

INGGRIS - Penelitian lama mencatat setidaknya ada 60 burung yang tidak bisa terbang di muka bumi ini.

Namun penelitian terbaru mengungkapkan setidaknya jumlah itu lebih besar 4 kali, atau sekitar 240 burung yang tidak bisa terbang jika manusia memburu merka  yang membuat jumlah mereka semakin sedikit dan hampir musnah.

Temuan ini diungkap tim di University College of London yang menyusun daftar setiap spesies burung yang diketahui telah punah sejak manusia muncul di planet ini.

Sebanyak 581 spesies burung telah punah sejak Pleistosen Akhir, 126.000 tahun yang lalu. Sebanyak 166 burung di antaranya tidak memiliki kemampuan terbang.

Studi tersebut menjelaskan burung yang tidak bisa terbang berkembang biak di sebagian besar kelompok pulau di seluruh dunia, dengan titik tertentu di Selandia Baru dan Hawaii.

(Baca juga: Usai Banyak Bangsawan Eropa Terkena Covid-19, Mantan Putri Luksemburg Dinyatakan Positif)

Para peneliti juga menentukan burung yang tidak bisa terbang lebih cenderung punah daripada burung yang terbang, karena mereka mudah dibunuh oleh manusia.

Peneliti utama Dr. Ferran Sayol dari Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati & Lingkungan UCL dan Universitas Gothenburg, Swedia, mengatakan dampak manusia secara substansial telah mengubah sebagian besar ekosistem di seluruh dunia dan menyebabkan kepunahan ratusan spesies hewan.

“Ini dapat merusak pola evolusi, terutama jika karakteristik yang dipelajari, seperti burung tidak bisa terbang, membuat spesies lebih rentan terhadap kepunahan. Kami mendapatkan gambaran bias tentang bagaimana evolusi benar-benar terjadi,” terangnya, dikutip Daily Mail.

Di penelitian ini, tim membuat daftar panjang dari setiap burung yang diketahui hidup dan punah selama 126.000 tahun terakhir. Kemudian menyaring masing-masing, menghitung berapa banyak dari mereka yang tidak dapat terbang.

Dari 581 spesies burung, tim mempersempit burung yang tidak bisa terbang menjadi 166 burung, yang semuanya mungkin masih berkeliaran di bumi jika bukan karena manusia.

Studi menunjukkan burung yang tidak bisa terbang jauh lebih beragam dari yang diasumsikan penelitian sebelumnya. Penemuan ini juga mengkonfirmasi jika spesies yang tidak dapat terbang juga lebih mungkin punah daripada spesies yang dapat terbang.

“Studi kami menunjukkan bahwa evolusi tidak dapat terbang pada burung adalah fenomena yang tersebar luas,” ujar Sayol.

“Saat ini, kebanyakan spesies yang tidak bisa terbang adalah penguin, rail atau burung unta dan kerabatnya,” terangnya.

“Sekarang, hanya 12 keluarga burung yang memiliki spesies yang tidak bisa terbang, tetapi sebelum manusia menyebabkan kepunahan, jumlahnya setidaknya 40,” jelsnya.

“Tanpa kepunahan itu kita akan berbagi planet ini dengan burung hantu yang tidak bisa terbang, burung pelatuk, dan ibises, tetapi sayangnya semua ini sekarang telah lenyap,” tambahnya.

Sementara itu, peneliti lain Profesor Tim Blackburn dari UCL Center for Biodiversity & Environment Research and the Institute of Zoology, ZSL mengatakan banyak spesies burung tidak dapat terbang di lingkungan tanpa predator yang biasa mengincar mereka, misalnya di pulau.

“Terbang menghabiskan banyak energi yang dapat digunakan burung untuk tujuan lain jika mereka tidak perlu terbang. Sayangnya, hal ini membuat mereka lebih mudah dimangsa jika manusia — dan tikus serta kucing — tiba-tiba muncul,” terangnya.

“Kepunahan terlalu sering menjadi akibatnya, dan kemungkinan besar akan terus berlanjut karena burung yang tidak bisa terbang jumlahnya berlebihan, dibandingkan dengan spesies burung, dalam daftar global hewan yang terancam,” ungkapnya.

Para peneliti melaporkan sebagian besar kelompok pulau di seluruh dunia memiliki burung yang tidak bisa terbang sebelum manusia tiba, menempati relung ekologis yang seharusnya diisi oleh mamalia, dengan titik tertentu di Selandia Baru. Di sana ada 26 spesies seperti moa yang punah dan Hawaii dengan 23 spesies yang semuanya punah, seperti angsa yang tidak bisa terbang.

Para peneliti menambahkan burung yang tidak dapat terbang berevolusi setidaknya empat kali lebih sering dari yang kita harapkan jika kita hanya melihat burung yang hidup.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini