Pertama di Blora, Warga Tanam Ribuan Bambu Berbagai Varietas

Heri Purnomo, iNews · Jum'at 04 Desember 2020 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 512 2321463 pertama-di-blora-warga-tanam-ribuan-bambu-berbagai-varietas-bI8hl24hdc.png Bibit bambu dari berbagai varietas siapa ditanam. (Foto: tangkapan layar)

BLORA - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah wilayah I Kantor Cabang Dinas Kabupaten Blora, menggandeng pemerintah Desa (Pemdes) Keser, Kecamatan Tunjungan, untuk menanam ribuan pohon bambu dari berbagai Varietas.

Pemdes keser telah menyiapkan lahan seluas setengah hektar untuk ditanami bambu. Rencananya, lahan Bondo Deso ini akan dijadikan wisata edukasi berbagai kerajinan dari bambu. Tahun ini akan ditanam 1000 pohon bambu dengan 10 farietas. Untuk tahun 2021 akan ditanam lagi 5000 pohon bambu dengan farietas yang lebih banyak.

(Baca juga: Ditanya Prediksi Top 3 MasterChef Indonesia Season 7, Netizen Beri Jawaban Menggelitik)

Dan di Kabupaten Blora baru pertama kali ditanami pohon bambu semacam ini. Warga tampak antusias ikut menanam ribuan bambu, bahkan seorang remaja putri pun ikut juga.

Putri Ayu, seorang warga juga sangat antusias dengan program ini. “Saya merasa senang kalau desa ini akan jadi destinasi wisata baru, bisa untuk selfi dan tidak terlalu jauh,” ungkapnya, Jumat (4/12/2020).

Husain Nukman, Sp, M.Si, Kepala Seksi Rehabilitasi Konservasi Sumber Daya Alam (RKSDA), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah wilayah I Kantor Cabang Dinas Kabupaten Blora menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan merupakan persiapan arboretum bambu di Desa Keser.

(Baca juga: Celine Evangelista Langsing Menggoda, Dita Soedarjo: Stefan William, Your a Lucky Dude!)

Perlu diketahui bahwa bambu merupakan komoditas hasil hutan bukan kayu, unggulan di Jawa Tengah. “Baru pertama ini di Blora membuat arboretum dengan sepuluh jenis varietas bambu sebanyak 1.000 bibit,” tandasnya.

Kepala Desa Keser, Soejono memyambut baik kegiatan ini, karena di desanya ada sekelompok pemuda yang kreatif membuat berbagai kerajinan dari bambu. “Semoga program ini bisa untuk pengembangan desa wisata, sebagai edukasi untuk warga sekitar,” pungkasnya.

(don)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini