Kate Middleton Jadi Sukarelawan Covid-19, Telepon Orang Biasa dan Menyemangatinya

Susi Susanti, Koran SI · Senin 07 Desember 2020 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 18 2323136 kate-middleton-jadi-sukarelawan-covid-19-telepon-orang-biasa-dan-menyemangatinya-XVjyGXOV07.jpg Foto: Instagram

INGGRIS – Bagaimana rasanya ditelepon bangsawan seperti Kate Middleton? Pasti terasa terkejut dan mungkin tak percaya. Tapi ini benar-benar terjadi.

Kate Middleton diam-diam menjadi sukarelawan selama virus corona dengan menelepon pensiunan yang kesepian. Ini merupakan bagian dari proyek bersama antara Kampanye Bersama, sebuah koalisi kelompok komunitas dan organisasi termasuk Royal Voluntary Service, untuk memerangi epidemi kesepian akibat pandemi Covid-19.

Adapun Royal Voluntary Service menjalankan program NHS Volunteer Responder dengan aplikasi GoodSAM, yang merekrut lebih dari 500.000 sukarelawan selama lockdown pertama.

The Duchess of Cambridge secara diam-diam menjadi sukarelawan selama pandemi Covid, melakukan panggilan telepon ke pensiunan Len Gardner, 85.

“Panggil aku Catherine,” terang Kate memperkenalkan namanya. Keduanya terhubung di awal tahun oleh Royal Voluntary Service, yang bermitra dengan The Sun tahun ini untuk mengatasi kesepian menjelang Hari Raya Natal.

Selama menelepon, Kate membicarakan tentang membuat pasta dan mengajak anak-anaknya untuk menonton pencukuran bulu domba.

“Tidak pernah dalam imajinasi terliar saya, saya berpikir saya akan berbicara di telepon dengan calon Ratu Inggris,” terang Len, dikutip The Sun.

(Baca juga: Rambut Mamalia Tertua Berusia 110 Juta Ditemukan di Spanyol)

“Saya akan menghargai percakapan kita selama sisa hidup saya. Panggilan itu membantu saya karena mereka memberi saya sesuatu untuk dinantikan,” tambahnya.

Len diketahui menderita kanker kandung kemih dan telah menjalani terapi. Minggu lalu dia menjalani operasi. Dia juga harus mengasuh istrinya Shirley, 84, yang menderita Alzheimer.

Kate pertama kali menelepon pada 13 Mei, ketika mereka menjalani lockdown di perkebunan pedesaan mereka, di Anmer Hall di Norfolk.

“Saya terperangah ketika mengetahui siapa yang akan menelepon. Pertanyaan pertama yang saya tanyakan adalah, Bagaimana cara saya memanggil Anda? Dia berkata, Panggil aku Catherine,” terang Len.

“Setelah dua kalimat pertama, saya tidak merasa seperti sedang berbicara dengan seseorang yang sangat penting,” tambahnya.

“Selama 30 menit, Len dan Catherine melakukan percakapan yang luar biasa. Dia memberitahuku Pangeran George dan Putri Charlotte sedang bermain di taman dan dia mengawasi mereka melalui jendela.,” tambah Len.

Keduanya mengobrol tentang kecintaan Len pada makanan Italia dan Kate bertanya apakah dia membuat pasta sendiri. Saat itu, Kate bertanya apakah Len memiliki mesin pasta sendiri. Len pun menjabawa tidak punya.

Setelah itu, Len mendapatkan mesin pasta sendiri. “Sekitar tiga hari setelah percakapan kami, mesin pasta baru tiba dari Duchess. Dua hari kemudian saya mendapat dua kilo tepung dari Istana Buckingham,” ujarnya.

Kira-kira sebulan setelah obrolan pertama mereka, Len kembali menerima telepon dari Kate.

“Kami berbicara selama sekitar 40 menit dan saya belajar lebih banyak tentang anak-anak Duchess,” terangnya.

“Rupanya mereka memiliki ribuan domba di Sandringham dan anak-anak tertuanya tidak dapat memahami bagaimana kami mendapatkan wol tanpa membunuh hewan tersebut. Jadi dia membawa mereka ke kandang untuk melihat dombanya dicukur,” terangnya.

“Itu adalah jenis percakapan yang mungkin saya lakukan dengan siapa pun tentang keluarga mereka. Dia tidak banyak menyebut nama William. Tapi kita banyak mengobrol,” ujarnya. Keduanya juga berbicara tentang Pramuka. Kate diketahui baru saja diangkat sebagai Presiden bersama Asosiasi Kepanduan.

Saat ini, Len memiliki daftar utama yakni bisa bertemu langsung dengan pangangan kerajaan, Kate dan suaminya Pangeran William.

“Duke dan Duchess adalah pasangan yang brilian untuk melakukan hal semacam ini. Mereka sepertinya benar-benar ingin menjangkau orang. Kurasa Duchess merasa dia ingin berbicara dengan orang lain di luar Istana dan di utara,” ungkapnya.

Terkait hal ini, Catherine Johnstone CBE, CEO Royal Voluntary Service, mengatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada The Duchess of Cambridge yang dengan baik hati mendukung program NHS Volunteer Responders.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini