Usai berdoa bersama, ratusan warga warga menyaksikan pentas wayang orang, yang berkisah tentang Dewi Sri, yang lolos dari Angkaramurka. Dewi Sri, juga sebagai perlambang, kesubururan dan kemakmuran.
Usai pentas, warga makan bersama sama. Sebagai wujud gotongroyong dan kebersamaan antar warga.
"Pesta panen ini, tradisi saat musim panen padi. Sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan. Sekaligus doa keselamatan, agar terhindar dari bencana," jelas dalang Permadi.
Pentas di tengah sawah, ini sekaligus sebagai upaya, pelestarian budaya lokal. Agar tidak kalah oleh budaya asing.
(Khafid Mardiyansyah)