Gara-Gara Dituduh Mencuri Ayam, Ayah dan Anak Bacok Tetangganya hingga Tewas

Era Neizma Wedya, iNews · Senin 07 Desember 2020 03:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 610 2322834 gara-gara-dituduh-mencuri-ayam-ayah-dan-anak-bacok-tetangganya-hingga-tewas-dR3ufyRS1m.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

PRABUMULIH - Suldin (50) warga Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat kota Prabumulih, tewas bersimbah darah dengan kondisi yang mengenaskan. Kepala dibacok dan tangan putus akibat dianiaya oleh ayah dan anak menggunakan golok dan linggis.

Peristiwa pembunuhan yang menghebohkan warga itu terjadi Minggu 6 Desember 2020.

Pelaku diketahui bernama Jumat (50) dan anaknya Erick Ustrada (25) yang tidak lain adalah tetangga korban. Kasus pembunuhan terjadi hanya gara-gara sepele, yakni korban dituduh mencuri ayam. Dan hingga saat ini Sat Reskrim Polres Prabumulih baru berhasil mengamankan salah satu pelaku yakni Erick Ustrada, sementara ayahnya Jumat hingga kini kabur dan masih dalam pengejaran.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, aksi penganiayaan yang menewaskan korban bermula saat korban mendatangi Jumat untuk menanyakan alasan dirinya dituduh mencuri ayam miliknya. Keduanya kemudian terlibat cekcok mulut di lokasi kejadian hingga berujung pada aksi penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Pelaku Jumat yang terbakar emosi memukuli korban menggunakan linggis di bagian kepala. Akibatnya korban tersungkur ke tanah. Mendengar ada keributan di depan rumahnya, Erick Ustrada yang saat itu sedang mengasah parang kemudian datang. Tanpa pikir panjang ia lantas ikut menganiaya korban.

Pelaku Erick menebaskan parang ke arah korban yang saat itu telah tersungkur di tanah sebanyak tiga kali. Akibat serangannya yang membabi buta itu pergelangan tangan korban putus dan luka bacokan di bagian kepala. Korban pun tewas di lokasi kejadian.

Usai menganiaya korbannya, Erick Ustrada kemudian langsung pergi meninggalkan lokasi kejadian dan menyerahkan diri ke rumah Kepala Desa Tanjung Telang. Sedangkan ayahnya kabur melarikan diri.

"Aku khilaf pak, soalnya saya cuma ingin membela bapak saya. Pas bapak lagi ribut sama korban. Jadi aku langsung ikut mengeroyoknya. Kebetulan saya saat itu lagi ngasah parang, jadi kutebas korban pakai parang itu," ujar Erick Ustrada dihadapan tim penyidik Polres Prabumulih.

Baca Juga : WN Afganistan Tewas Tergantung, Diduga Tak Diberi Uang Keluarganya

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SIK SH MH melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman SH saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus penganiayaan yang berujung dengan tewasnya korban. Hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan penyelidikan terkait kasus tersebut.

"Benar, satu pelaku sudah kita amankan dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan. Sedangkan satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini