"Mata-mata" China Diduga Jalin Hubungan Asmara dengan Sejumlah Politisi AS

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 10 Desember 2020 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 09 18 2324747 mata-mata-china-diduga-jalin-hubungan-asmara-dengan-sejumlah-politisi-as-5wEKVLchCC.jpg Foto: Facebook

CHINASeorang mata-mata atau intelijen dari China diduga menjalin hubungan asmara dengan beberapa tokoh politik ternama di Amerika Serikat (AS).

Mata-mata yang diduga bernama Fang Fang - atau Christine Fang - diduga melakukan hubungan seksual dengan Walikota Amerika Serikat (AS) dan bahkan mengembangkan hubungan dengan politisi nasional, termasuk anggota kongres.

Penyelidikan selama setahun mengklaim agen intelijen itu memiliki hubungan romantis atau seksual dengan setidaknya dua walikota dari Midwest.

Setidaknya dua pertemuan seksual terpisah dengan pejabat terpilih terekam pada peralatan pengawasan FBI, termasuk satu interaksi yang melibatkan walikota.

Pertemuan ini diduga terjadi di dalam mobil dan melibatkan seorang walikota dari Ohio. Fang dilaporkan tertarik pada politikus itu karena dia ingin meningkatkan bahasa Inggrisnya.

Fang diduga juga memiliki hubungan dengan anggota kongres Eric Swalwell, yang dilaporkan membantu mengumpulkan dana untuk politisi tersebut.

(Baca juga:Bagaimana Cara Membuat Hand Sanitiser dan Ayam Ala KFC Menjadi Pertanyaan Paling Banyak Dicari di Google)

“Rep. Swalwell, dulu sekali, memberikan informasi tentang orang ini - yang dia temui lebih dari delapan tahun lalu, dan yang tidak dia temui selama hampir enam tahun - kepada FBI. Untuk melindungi informasi itu mungkin diklasifikasikan, dia tidak akan berpartisipasi dalam cerita Anda,” ungkap Kantor Demokrat kepada The Sun.

Tidak ada indikasi kesalahan apa pun di pihak Swalwell atau apakah dia memiliki hubungan seksual dengan Fang.

Selain itu, Fang juga diduga menggalang dana untuk anggota kongres Tulsi Gabbard.

Fang diketahui terdaftar di universitas Cal State East Bay pada 2011 dan berusia sekitar 20 – 30 tahun. Axios melaporkan, dia diyakini memiliki kontak rutin dengan tersangka petugas keamanan negara China di bawah perlindungan diplomatik di konsulat San Francisco,

Meskipun demikian, pejabat intelijen AS percaya jika pihak yang menjadi “pelindung utamanya” ada di China.

Fang dilaporkan melarikan diri saat sedang diselidiki pihak berwenang AS pada pertengahan 2015 lalu.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini