Mengapa itu penting?
Pemimpin Tertinggi memiliki kekuasaan besar di Iran. Dia membuat keputusan banyak isu, dan membentuk kebijakan serta pendekatan ke dunia luar.
Iran adalah negara Syiah terkuat di seluruh dunia dan di bawah kepimpinan Ali Khamenei telah berusaha untuk memperluas pengaruhnya di Timur Tengah. Kematiannya tidak hanya mengubah sejarah di kawasan, tapi juga bisa bergema di seluruh dunia.
Tensi antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel, contohnya - dipicu sebagian besar oleh kebencian pribadi Ayatollah Khamenei terhadap kedua negara - telah menyebabkan ketegangan dan ketidakstabilan selama bertahun-tahun.
Bagaimanapun, peralihan kekuasaan berarti siapapun yang menggantikannya tampaknya akan melanjutkan haluannya.
Siapa yang mungkin menjadi Pemimpin Tertinggi berikutnya?
Faksi-faksi politik di negara republik Islam itu memiliki minat yang besar dalam pergantian kekuasaan berikutnya, namun tidak ada satu figur yang kuat yang dapat bertindak seperti pemimpin untuk mencegah krisis.
Karena tidak memiliki aliansi yang sama seperti pendahulunya, Ali Khamenei mempertahankan pengaruhnya melalui jaringan loyalis pribadi, banyak di antaranya adalah anggota pasukan paling kuat Iran, Garda Revolusi.
Tampaknya Garda Revolusi akan berupaya untuk mencegah kandidat yang mereka anggap tak layak sebagai Pemimpin Tertinggi selanjutnya.
Kendati ada rumor nama-nama yang dicalonkan, tidak ada yang tahu dan tidak ada yang mengklaim tahu siapa Pemimpin Tertinggi itu.
Rumor pula menyebut Ali Khamenei cenderung memilih kandidat yang bisa jadi putranya, Mojtaba, atau Ketua Mahkamah Agung Ebrahim Raisi - yang jika benar bisa membawa beban.
Pendahulu Raisi, Sadeq Larijani, dan presiden Iran saat ini Hassan Rouhani, diyakini juga memiliki aspirasi untuk menjadi Pemimpin Tertinggi berikutnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.