Tinjau Banjir Aceh Utara, Doni Monardo Sampaikan Tiga Arahan Penanganan Bencana

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 11 Desember 2020 07:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 340 2325573 tinjau-banjir-aceh-utara-doni-monardo-sampaikan-tiga-arahan-penanganan-bencana-fmbjOLyDty.jpg Doni Monardo. (Foto: Dok BNPB)

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meninjau lokasi terdampak banjir di Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Kamis 10 Desember 2020.

Dalam peninjauan itu, mantan Danjen Kopassus itu memberikan tiga arahan yang dapat diimplementasikan dalam penanganan bencana seperti penanganan jangka pendek, menengah dan jangka panjang. 

Penanganan bencana jangka pendek, lanjut Doni, dengan memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak, khususnya bagi mereka yang menjadi korban, termasuk bagi yang berada di pengungsian.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 itu meminta agar pihak penyelenggara pengungsian warga terdampak banjir dapat memisahkan antara kelompok rentan dengan mereka yang usia muda guna mencegah penularan Covid-19. 

"Memisahkan antara kelompok yang rentan dengan masyarakat yang secara fisik sehat," ujar Doni dalam keterangannya, Jumat (11/12/2020).

Adapun menurut Doni, kelompok yang masuk dalam kategori rentan tersebut meliputi lansia, kemudian bagi mereka yang mempunyai penyakit penyerta atau komorbid, ibu hamil dan menyusui, serta anak balita.

Baca juga: Jejak Kobra, Macan Tutul hingga Pelahlar

"Itu wajib dipisahkan tidak boleh disatukan dengan kelompok yang usia muda," jelas Doni.

Dari segi penanganan darurat, BNPB akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mempercepat proses pengerukan sumbatan dan sedimentasi di bagian hilir agar genangan banjir segera surut.

“Kami juga akan memberikan dukungan bekerja sama dengan Kementerian PUPR untuk mempercepat agar aliran air yang ada di darat  ini segera masuk ke laut,” kata Doni.

Dari pantauan langsung dari pesawat sebelum mendarat, Doni melihat sendiri bahwa bagian hilir sungai mengalami penyempitan, sehingga hal itu harus segera ditangani dengan mengerahkan sejumlah alat berat.

“Saya melihat adanya pendangkalan muara sungai dan penyempitan. Sehingga kita akan segera menyiapkan backhoe dan kendaraan amphibi,” jelas Doni.

Dalam rangka mendukung upaya penanganna darurat jangka pendek tersebut, Doni Monardo memberikan bantuan langsung berupa kebutuhan logistik dan peralatan berupa 1 unit tenda pengungsi, 5.000 paket swab antigen, 100.000 masker kain, 10.000 masker KF94, 100 lembar matras, 100 lembar selimut.

Bantuan tersebut juga diberikan kepada sejumlah Kabupaten/Kota yang terdampak banjir seperti Kota Lhoksumawe, Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Bener Meriah dan Provinsi Aceh.

Kemudian untuk jangka menengah, BNPB akan memberikan dukungan dalam rangka pembangunan atau pemulihan kembali infrastruktur bersama Kementerian PUPR, terutama perbaikan tanggul dan bantaran sungai yang rusak dengan konsep ekologi dan konservasi lingkungan.

Menurut Doni konsep ekologi yang akan diterapkan adalah penguatan tanggul dengan tanaman vetiver atau yang lebih dikenal dengan akar wangi.

“Selain membangun kembali atau memulihkan kembali infrastruktur terutama tanggul-tanggul, ini nanti akan sandingkan dengan tanaman vetiver atau akar wangi,” kata Doni.

Sebagaimana diketahui bahwa akar tanaman vetiver memiliki kekuatan yang setara dengan 1/6 dari kekuatan kawat baja. Akar vetiver tersebut juga dapat tumbuh mencapai lebih dari lima meter ke dalam tanah dan dapat memperkuat tanggul beton.

“Ini akan membantu memperkuat tanggul-tanggul yang selama belasan tahun ini mengalami kerusakan,” kata Doni.

Selanjutnya untuk konsep jangka panjang, Doni mengajak seluruh pemangku kebijakan di daerah untuk mempertahankan ekosistem yang ada di hulu, khususnya di Kabupaten Bener Meriah.

Ke depannya, dia meminta agar kemudian tidak ada alih fungsi lahan untuk kepentingan segelintir individu maupun kelompok.

“Tidak boleh ada alih fungsi lahan. Kita kembalikan fungsi konservasinya,” kata Doni.

Di sisi lain, Doni juga memberikan catatan agar dalam upaya pelestarian ekosistem di bagian hulu tersebut agar memperhatikan aspek ekonomisnya.

Artinya, selain memberikan manfaat secara ekologis tetapi juga harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Oleh sebab itu, pihaknya akan memberikan rekomendasi beberapa jenis tanaman yang dapat memberikan dua manfaat tersebut, seperti pohon alpukat, petai, sukun dan jenis tanaman lainnya.

“Tetapi juga masyarakat tentu harus mandapatkan nilai ekonomis dari kegiatan yang kita lakukan,” kata Doni.

“Punya nilai ekonomis tetapi fungsi ekologisnya tidak boleh hilang. Oleh karena itu beberapa jenis tanaman nanti akan dipilih,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini