Tertibkan Antrian Jerigen Premium, Satpol PP Diprotes Warga

Dion Umbu Ana Lodu, iNews · Senin 14 Desember 2020 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 14 340 2327216 tertibkan-antrian-jerigen-premium-satpol-pp-diprotes-warga-VNyHSqVcAO.png Pembeli BBM jenis premium adu mulut dengan Satpol PP. (Foto: Dionisius Umbu)

SUMBA TIMUR – Sejumlah warga protes terhadap operasi penertiban antrian jerigen BBM, khususnya jenis premium di tiga SPBU yang tersebar di Kota Waingapu dan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Senin (14/12) siang tadi.

(Baca juga: 4 Fakta BBM Premium Bakal Dihapus di 2021)

Pada umumnya mereka merasa diperlakukan tidak adil, karena apa yang mereka lakukan semata untuk mengais rejeki, dari keuntungan yang tak seberapa. “Ini kami antri sudah lama, tapi tiba-tiba datang larang begini. Kami ini bukan pencuri, kami hanya usaha untuk cari untung sedikit buat makan kami sekeluarga” ungkap Mama Putri kepada petugas Sat Pol PP yang melakukan penertiban di SPBU-Kambaniru, Kecamatan Kambera, Senin (14/12/2020).

Keluhan yang sama disampaikan oleh Rambu Hada Indah. “Saya juga dari Mangili, bawa dua jerigen tapi sekarang dilarang. Memang saya akui tidak ada rekomendasi, tapi mau bagaimana lagi, saya butuh bensin pompa air dari kali naik ke sawah saya,” kata Rambu Hada Indah, di SPBU Matawai, Kota Waingapu.

Sayangnya, protes yang diutarakan warga, tidak membuat aparat Satpol PP menghentikan operasi penertiban. “Kalau tidak mau bawa keluar jerigen dari sini, kami yang angkat bawa ke kantor,” tandas Robinson L. Praing, Kepala Bidang Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Sumba Timur yang memimpin operasi saat itu.

Di sela-sela operasi penertiban, Robinson kepada wartawan menjelaskan, operasi yang dilakukan adalah untuk merespon keresahan di masyarakat yang menyatakan BBM khususnya premium langka. Padahal kata dia, setelah digelar rapat koordinasi dengan Depo Pertamina dan TPID, stok premium aman dan cukup.

(Baca juga: Gaji PNS Naik Tunggu Tanda Tangan Sri Mulyani)

“Stok premium sebenarnya aman, tapi karena situasi sudah seperti ini dan juga ada rekomendasi yang dikeluarkan pemerintah desa dan kelurahan pada warga untuk membeli dengan jerigen justru disalahgunakan dan bahkan diperjual belikan. Mana premium di luar SPBU dengan takaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dijual Rp15 ribu per liter,” tegasnya.

Penertiban akan terus dilakukan oleh aparat Satpol PP, hingga situasi berangsur normal. “Kami akan siagakan aparat Satpol PP di SPBU, petugas kami akan rolling berjaga, sampai situasi antrian jerigen di SPBU normal dan tidak menumpuk hingga menimbulkan keresahan,” pungkas Robinson.

(don)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini