Wanita Muda Culik 2 Bocah Kakak Beradik, Motifnya Bikin Hati Terenyuh

Yunibar, iNews · Selasa 15 Desember 2020 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 512 2327967 wanita-muda-culik-2-bocah-kakak-beradik-motifnya-bikin-hati-terenyuh-vrbK5rntK2.jpg Tersangka penculik dua bocah perempuan, NM mendekam di penjara/Foto: tangkapan layar (Yunibar-iNews)

TEGAL - Seorang wanita muda nekat menculik dua bocah perempuan kakak beradik untuk diasuh karena enam kali menikah tidak memiliki anak. Keinginan tersebut terpaksa dikubur karena tersangka, Nailul Munafila (26 tahun) kini berurusan dengan polisi.

Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari menjelaskan, polisi meringkus Nailul dalam kasus penculikan dua bocah perempuan yang ditemukan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada Jumat 10 November 2020. Tersangka yang tercatat sebagai warga Karangasem, Kabupaten Batang ini merupakan orang yang dikenal keluarga korban.

"Korbannya MR (8) dan AL (7), warga Kelurahan Kraton Tegal. Tersangka menculik karena ingin menjadikan anak asuhnya. NM mengaku sudah enam kali menikah namun tidak mempunyai anak," papar Rita, Selasa (15/12/2020).

Rita menjelaskan, antara pelaku dan kedua korban sudah saling mengenal. Pelaku sebelumnya pernah bekerja di rumah nenek korban.

Baca juga: Bocah di Makassar Diculik Lalu Ditukar 4 Tabung Gas untuk Jaminan

Sehari sebelum penculikan, tersangka datang dan menginap semalam. Esok harinya, nenek korban meminta pelaku pergi ke sebuah warung untuk membeli obat bersama kedua korban. Hingga sore, ketiganya tidak kunjung pulang.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya baju dan tas pelaku serta pakaian korban.

Sejak kecil, kedua korban diasuh neneknya setelah kedua orang tuanya bercerai. Ibunda MR dan AL, Neneng Imasruroh menjadi tenaga kerja di luar negeri pascabercerai dengan suaminya, Toha, warga madura, Jawa Timur.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini