Pras menyayangkan guru tersebut menggunakan nama dua tokoh dalam soal ujian. Pertanyaan yang dibuat Sukirno dalam soal ujian bisa memprovokasi warga Jakarta yang saat ini tengah memanas.
"Apakah nggak mungkin nama Otong, contoh soal nama," ujarnya.
"Bapak sebagai guru lho pak, kalau memberi contoh, memberi contoh yang baik, bukan membanding tokoh sama tokoh. Ini Presiden kelima Pak. Kok tokohnya itu gitu loh. Dulu ada OSIS, nggak bisa, yang beragama tertentu nggak boleh ketua OSIS, bagaimana kebhinekaan kita pak," ucap Pras.
Selama ini, sambung Pras, setiap anggota DPRD DKI Jakarta tidak pernah ada perpecahan dalam mementingkan kepentingan warga Ibu Kota. "Kita di DPRD tidak ada warna pak. Fungsi kita jalankan. Kita keluar baru, teman-teman punya partai masing-masing. Di sini satu warnanya, bapak malah memprovokasi dari luar," sambung dia.
"Elu uda hebat, elu uda jagoan? Hey, elu guru!" tegasnya.